Saat Jenazah Marco Panari Dikremasi, Tangis Pilu Ibunda Tak Terbendung

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Prosesi pelepasan jenazah Marco Panari digelar keluarga di Pulau Dewata, Bali, Selasa (2/2/2021). Diiringi doa dan lagu-lagu pujian, suasana duka kental terasa mengiringi kepergian Marco Panari ke pangkuan Sang Khalik.

Usai ibadah pelepasan, jenazah pemilik nama lengkap Marco Gilbert Panari l ini langsung dikremasi di Krematorium Kristen Mumbul di, Nusa Dua.

Sebelum acara kremasi dilakukan, pendeta mempersilakan keluarga menabur bunga di peti jenazah Marco Panari. Sebagai salam perpisahan terakhir sebelum jenazah menjadi abu.

Tangis Ibunda

Potret Kenangan Marco Panari Adik Angela Gilsha. (Sumber: Instagram/marc0panari)
Potret Kenangan Marco Panari Adik Angela Gilsha. (Sumber: Instagram/marc0panari)

Airmata tak bisa dibendung saat peti jenazah dikremasi. Ibunda Marco Panari, Sha Alberthine Hartini tak henti-hentinya menangis sambil menyebut nama anak kesayangannya.

"Marco tinggalin Mama, kenapa tinggalin Mama Marco? Marco sayang Mama tapi Marco tinggalin Mama," ucap ibunda Marco Panari sambil menangis tersedu-sedu.

Persembahan Terakhir Angela Gilsha

[Foto: Instagram marc0panari]
[Foto: Instagram marc0panari]

Angela Gilsha kakak kandung Marco Panari berusaha tegar melihat jenazah adiknya dikremasi. Ia bahkan berusaha menenangkan ibunya yang sangat terpukul atas kepergiaan sang adik.

Sebelumnya, Angela Gilsha mempersembahkan sebuah lagu milik grup band The Beatles berjudul Let It Be. Ia bernyanyi diiringi oleh ayahnya Gipanari, yang memainkan keyboard.

Meninggal Dunia

Marco Panari dan Angela Gilsha (Sumber: Instagram/@angelagilsha)
Marco Panari dan Angela Gilsha (Sumber: Instagram/@angelagilsha)

Diketahui Marco Panari meninggal dunia pada 30 Januari 2021 di usia 23 tahun. Aktor yang mengawali karirinya dalam sinetron Bajaj Bang Gocir itu, dikabarkan meninggal dunia akibat tersedak.

Namun higga kini, pihak polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya yang dirasa janggal.