Saat Jenuh Menghampiri, Gelandang Persik Sebut Obatnya Hanya Liga 1 Kembali Bergulir

Bola.com, Kediri - Gelandang Persik Kediri, Muhammad Taufiq tak membantah dirinya sering dihampiri kejenuhan akibat tidak adanya pertandingan kompetitif. Liga 1 2022/2023 masih terhenti pasca-kerusuhan Kanjuruhan sejak 1 Oktober 2022 lalu.

Alhasil, karena kompetisi masih mengalami penundaan hampir semua pemain di setiap klub kontestan Liga 1 hanya berlatih dan uji coba tanpa melakoni laga resmi.

Liga 1 yang baru berjalan 11 pekan ditunda pelaksanaannya pasca insiden Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 135 suporter Arema FC.

Kata Taufiq, kejenuhan wajar menghampiri semua pemain, karena seorang pemain seharusnya bertanding di laga yang ketat setelah rutin berlatih.

"Yang pasti ada kejenuhan juga yang menghampiri dengan lamanya berhenti kompetisi ini. Dan bukan hanya itu, kami sekarang khawatir juga karena belum tahu kapan kompetisi kembali dilanjutkan," kata Taufiq kepada Bola.com, Jumat (18/11/2022).

Jaga Kebugaran

Aksi gelandang Persik Kediri, Taufiq dalam sesi latihan. (Bola.com/Nandang Permana)
Aksi gelandang Persik Kediri, Taufiq dalam sesi latihan. (Bola.com/Nandang Permana)

Meski sering dihampiri kejenuhan, pemain yang pernah berkostum Persib Bandung itu mengaku tanggung jawabnya sebagai atlet tidak boleh dikesampingkan. Ya, kata pemain kelahiran Tarakan ini, dirinya selalu berusaha menjaga kebugaran dengan latihan sendiri.

Beruntungnya, kini tim kepelatihan sudah mengumpulkan mereka, untuk melaksanakan latihan bersama rutin setiap hari.

Petingnya Berlatih

Gelandang Persik, M. Taufiq menilai laga kontra Arema FC tak sekadar derby Jatim, tapi momentum untuk bangkit musim ini. (Bola.com/Gatot Susetyo)
Gelandang Persik, M. Taufiq menilai laga kontra Arema FC tak sekadar derby Jatim, tapi momentum untuk bangkit musim ini. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Taufiq menyebut, latihan bersama tim ini sangat penting sekali, selain untuk mempertahankan sentuhan, hal itu bisa membuat semangat pemain tetap ada untuk memberikan yang terbaik bagi Persik Kediri jika kompetisi nanti dilanjut.

"Kemarin-kemarin kita sempat diliburkan, dan dapat program latihan individual dari tim kepelatihan. Alhamdulillah, saat ini saya dan pemain lainnya sudah bergabung di latihan bersama tim, rutin," ujarnya.

Semua Kena Dampaknya

Pemain Persik, M. Taufiq, Bayu Otto, Dikri Yusron, dan Agil Munawar memilih bersepeda ria untuk menjaga kebugaran fisik. (Bola.com/Gatot Susetyo)
Pemain Persik, M. Taufiq, Bayu Otto, Dikri Yusron, dan Agil Munawar memilih bersepeda ria untuk menjaga kebugaran fisik. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Pemain yang juga pernah membela Bali United ini berharap lanjutan kompetisi segera menemui titik terang agar kehidupan para pesepak bola dan masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari bergulirnya kompetisi bisa kembali "bernafas".

Taufiq menyebut, jika kompetisi terus mengalami penundaan, maka sudah dipastikan banyak dampak yang akan dirasakan, khususnya ekonomi masyarakat termasuk para pemain, official, dan klub serta pelaku UMKM.

Harapan Besar

Dua pemain baru Persik Kediri asal Bali United, Fahmi Al-Ayyubi dan M. Taufiq. (Bola.com/Maheswara Putra)
Dua pemain baru Persik Kediri asal Bali United, Fahmi Al-Ayyubi dan M. Taufiq. (Bola.com/Maheswara Putra)

Untuk itu, dalam kesempatan bicang dengan Bola.com, ia berharap semua pihak sepakat untuk mengizinkan kompetisi berlanjut apalagi dampaknya bisa berimbas terhadap persiapan Timnas, yakni Timnas Senior yang bersiap untuk Piala AFF dan Timnas U-20 yang akan tampil di Piala Dunia U-20 2023 nanti.

"Yang pasti harapan semua pemain sama, kompetisi bisa secepatnya bergulir kembali dan kembali kami merasakan atmosfer pertandingan di lapangan. Dampaknya banyak, kalau kompetisi terus tertunda, yang paling utama persiapan untuk timnas," Taufiq mengakhiri pembicaraan.

Tengok Posisi Persik Kediri di Liga 1 Musim Ini