Saat Jokowi Dayung Perahu Naga di Bendungan Ladongi Kolaka Timur

·Bacaan 2 menit
Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri menaiki perahu dayung usai meresmikan Bendungan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara. (Setpres)

Liputan6.com, Jakarta Momen menarik terjadi saat Presiden Jokowi meresmikan Bendungan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (28/12/2021). Kali ini, Jokowi tak meresmikan bendungan dari panggung utama.

Setibanya di kawasan bendungan, Jokowi bersama rombongan langsung menuju dermaga terapung untuk menaiki perahu naga. Dia didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung bersiap menjadi pendayung perahu naga.

Sementara itu, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menjadi penabuh gendang. Dia bertugas mengatur irama pergerakan perahu dan memberi semangat kepada para pendayung.

Setelah berputar selama 15 menit, perahu naga yang ditumpangi Jokowi menepi menuju dermaga terapung. Dari perahu naga tersebut, dia meresmikan Bendungan Ladongi.

Sebelum menandatangani prasasti peresmian Bendungan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur dan Kolam Retensi Boulevard Sungai Wanggu, Kota Kendari, Jokowi menjelaskan alasan mengapa dirinya menggunakan perahu naga.

Dia menyampaikan bahwa Bendungan Ladongi memiliki potensi untuk dijadikan destinasi wisata, khususnya wisata air.

"Tadi saya mencoba memakai perahu, mendayung, karena memang arahnya waduk ini juga bisa dipakai sebagai tempat wisata sehingga ini menjadi tanggung jawab kabupaten maupun provinsi untuk nanti pengembangan selanjutnya," ungkap Jokowi dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden.

Dia mengaku tak takut saat menaiki perahu naga tersebut.

"Enggak lah, hanya yang ngedrum kurang keras. Jadi yang dayung kurang semangat. Ngedrumnya ya dung..dung..dung.. kalau dudududududu.. yang dayung semangat," ucap Jokowi diiringi gelak tawa para menteri.

Penyediaan Air Baku

Adapun Bendungan Ladongi berkapasitas 45,9 juta meter kubik dengan luas lahan 222 hektare.

Bendungan Ladongi nantinya akan bisa mengairi sawah-sawah di sejumlah kabupaten di sekitarnya, yakni Kolaka Timur, Konawe, Konawe Selatan, dan Kolaka.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bendungan Ladongi juga berfungsi untuk penyediaan air baku sebanyak 120 liter per detik, reduksi banjir sebesar 176,6 meter kubik per detik, dan potensi listrik sebesar 1,3 megawatt. Bendungan ini dibangun pada 2016-2021 dengan biaya Rp1,2 triliun.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel