Saat Letjen TNI Prabowo Nyaris Mati dan Siapkan Kain Kafan Sendiri

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebagian besar masyarakat Indonesia tahu siapa Letjen TNI (Purn.) Prabowo Subianto Djojohadikusumo, yang saat ini menjabat Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI). Banyak kisah tentang purnawirawan Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat, saat masih muda dan terjun ke medan pertempuran.

Seperti yang diketahui, Prabowo adalah salah satu perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang punya karier mengkilap saat masih aktif.

Tercatat, Prabowo pernah memegang posisi Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus), hingga Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Meski demikian, jauh sebelum menduduki dua posisi strategis itu Prabowo lebih dulu mempertaruhkan nyawanya dalam pertempuran.

Saat masih berpangkat Letnan Dua (Letda) hingga Kapten TNI, pria kelahiran Jakarta 17 Oktober 1951 ini terjun ke medan tempur dalam Operasi Seroja di Timor-Timur.

Menurut catatan yang dikutip VIVA Militer dari buku Kopasssus: Inside Indonesia's Special Forces, Prabowo memainkan peran yang sangat penting saat menangkap pentolan pemberontak Front Revolusi Kemerdekaan Timor-Leste (Fretilin), Nicolau dos Reis Lobato.

Tak hanya itu, Prabowo juga berhasil menjalankan tugas pertamanya saat menjadi Danjen Kopassus pada 1995.

Saat itu, Prabowo dan pasukan Detasemen Khusus 81/Penanggulangan Teror (Gultor) atau biasa disebut SAT-81/Gultor sukses membebaskan 10 dari 12 peneliti yang disandera oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Prabowo memang tidak menceritakan secara detail bagaimana situasi saat ia berada di medan pertempuran. Namun dalam akun Instagram resmi pasangan Prabowo-Sandi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu, jebolan Akademi Militer (Akmil) 1974 ini mengaku bahwa ia nyaris tewas.

Prabowo mengaku sempat tertembak dan empat kali hampir meregang nyawa dalam pertempuran. Yang lebih mencengangkan, Prabowo juga selalu membawa kain kafan di dalam ransel tempurnya. Hal ini menunjukkan bahwa ia harus siap sewaktu-waktu ajal datang menjemput.

"Saya pernah tertembak, pernah 4 kali hampir mati. Selalu saya siapkan kain kafan di ransel," bunyi kalimat akun Instagram @indonesiaadilmakmur mengutip pernyataan Prabowo.

Akan tetapi, sebagai seorang prajurit keberanian dan sikap rela berkorban adalah hal utama yang juga dimiliki oleh Prabowo. Oleh sebab itu, dalam unggahan lainnya Prabowo juga berujar jika seorang prajurit pemberani adalah prajurit yang senantiasa terlihat gembira.

"Prajurit berani itu gembira. Kalau sedih masuk kamar saja sendiri, nggak usah menunjukkan kesedihanmu. Bersyukurlah karena kamu masih diberi kesempatan untuk bisa bangun melihat matahari terbit dan menghirup udara setiap hari," bunyi pernyataan Prabowo.

"Tidak ada alasan untuk bersedih. Mantapkan hati dan niatmu untuk ikhlas membela merah putih. Gembiralah, karena orang BERANI itu GEMBIRA," lanjut pernyataan Prabowo.