Saat Meninggal, Habib Munzir Tersenyum

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Habib Nabil bin Fuad Al Musawa yang merupakan kakak dari Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa menyatakan sang adik saat meninggal wajahnya memancarkan senyuman. Menurutnya, hal itu menandakan pimpinan Majelis Rasulullah siap menghadap Allah SWT.

"Ketika beliau (Habib Munzir) meninggal, keluarga menyaksikan saat itu wajahnya tersenyum. Itu menandakan almarhum sudah siap untuk dipanggil (meninggal)," kata Habib Nabil di rumah duka dikawasan komplek Liga Mas, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2013).

Habib Nabil menuturkan, pada usianya yang tergolong masih muda Habib Munzir telah bolak balik ke rumah sakit. Hal itu dikarenakan penyakit asma yang telah lama diderita pimpinan Majelis Rasulullah tersebut.

Namun, karena motivasi dakwah untuk umat cukup besar, Habib Munzir seolah tidak merasakan penyakit yang dideritanya itu. Bahkan Habib Munzir pernah melakukan dakwah menggunakan kursi roda.

"Dakwah pakai tempat tidur khusus dari rumah sakit juga pernah," ucapnya.

Habib Munzir meninggal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, Minggu (15/9/2013) pukul 15.30 WIB. Habib Munzir dimakamkan di TPU Pemakaman Habib Kuncung, Kalibata.

Sebelumnya, jenazah Habib Munzir dimandikan di rumah duka dikawasan komplek Liga Mas, Pancoran. Ditempat yang sama, jenazah Habib Munzir dikafani. Setelah selesai dikafani, jenazah Habib Munzir disalatkan di Masjid Al-Munawwar.

Ribuan pelayat yang rata-rata jemaah Majelis Rasulullah tampak mengikuti salat jenazah tersebut. Bahkan jemaah yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu dan anak muda juga turut mengantarkan jenazah Habib Munzir ke tempat peristirahatannya yang terakhir.

Baca Juga:

Habib Munzir Sempat Jatuh di Kamar Mandi

Habib Munzir Sudah Lama Mengidap Asma

Iring-iringan Pengantar Jenazah Habib Munzir Macetkan Jalan

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.