Saat Menteri Basuki Kunjungi Butet Kartaredjasa: Saya Kaget Sekarang Pakai Kursi Roda

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menemui sahabatnya seniman Butet Kartaredjasa, di Warung bu Ageng yang berlokasi di Yogyakarta pada Jumat sore (10/9).

Pertemuan itu berlangsung disela-sela kesibukan Menteri PUPR Basuki menemani kunjungan Presiden Jokowi di Yogya.

"Saya bener-bener kaget ternyata Mas Butet saat menemui saya di warungnya, sekarang pakai kursi roda. Masih recovery setelah dua kali operasi syaraf tulang belakang" kata Menteri PUPR Basuki usai berpamitan dengan Butet.

Karena sudah lama tak bertemu, keduanya pun berbagi gurauan sambil berdiskusi beberapa hal.

Kunjungan Menteri PUPR Basuki kali ini, selain ingin menikmati kuliner di Warung Bu Ageng yang menjadi favoritnya jika sedang berkunjung ke Kota Yogyakarta, juga ingin silaturahmi sambil mendoakan demi kesembuhan Butet Kartarajasa pasca operasi.

"Semangat hidup saya langsung naik karena kunjungan Pak Bas. Terima kasih sudah datang ketemu saya," ungkap Butet dengan sumrigah.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Menteri PUPR Basuki Hadiri Peresmian Rusun Santri Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta

Rumah susun (rusun) bagi santri di lingkungan Kampus Terpadu Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah. (Dok. Kementerian PUPR)
Rumah susun (rusun) bagi santri di lingkungan Kampus Terpadu Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah. (Dok. Kementerian PUPR)

Dalam kunjungannya ke Yogyakarta dengan Presiden Jokowi, Menteri PUPR Butet Kartaredjasa ikut menghadiri peresmian rumah susun (rusun) bagi santri di lingkungan Kampus Terpadu Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah yang berlokasi di Bandut Lor, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul pada Jumat (10/9).

Peresmian rusun ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Direktur Jenderal (Dirjen) Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashier, Buya Ahmad Syafii Maarif, dan Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta Aly Aulia.

Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid mengatakan, pembangunan rusun santri ini termasuk cepat, dimulai September 2020 dan selesai pada Mei 2021.

"Setelah selesai pada bulan Mei, rusun sudah langsung digunakan pada bulan Juli saat dimulainya tahun ajaran baru. Rusun ini mampu menampung sebanyak 344 santri," terang Khalawi.

Rusun Madrasah Muallimin Muhammadiyah merupakan rusun tipe 24 yang terdiri dari 1 tower 4 lantai dengan 86 unit yang meliputi 84 unit tipe hunian standar dan 2 unit tipe hunian difabel. Setiap lantai memiliki luas 962,5 m2, sedangkan setiap unit memiliki luas 24 m2 (ruang kamar 18,63 m2, kamar mandi 2,9 m2, balkon teras 2,47 m2).

PPK Rumah Susun dan Rumah Khusus BP2P Jawa III Ahmad Fahmi memaparkan, setiap unit kamar di rusun santri ini sudah dilengkapi dengan 2 tempat tidur bertingkat (single bed untuk difabel), 2 lemari, 4 meja dan kursi belajar, kamar mandi, dan balkon teras. Sehingga dalam satu kamar bisa menampung sampai sebanyak 4 orang santri.

"Selain itu disediakan juga heat detector di setiap kamar dan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di setiap lantai untuk mengantisipasi apabila terjadi kebakaran," ujar Ahmad.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel