Saat Prajurit TNI Tersengat Ucapan Politikus Senayan

Merdeka.com - Merdeka.com - Ribut-ribut politikus PDIP Effendi Simbolon dan TNI menjadi perbincangan dalam sepekan terakhir. Pemicu keributan adalah ucapan Effendi yang menyamakan TNI dengan ormas di rapat antara Komisi I DPR RI dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Dalam rapat itu, Effendi awalnya mengungkapkan adanya disharmoni antara Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan Kasad Jenderal Dudung Abdurrachman.

Media sosial berseliweran video dari prajurit TNI memperlihatkan kemarahan kepada Effendi. Mereka geram lantaran ucapan Effendi dianggap telah mempermalukan TNI di depan umum.

Prajurit TNI mulai dari perwira tinggi hingga pangkat Kopral meradang. Tersengat ucapan kontroversial Effendi. Salah satu Pati TNI yang mengumbar kemarahan adalah Kasad Jenderal Dudung Abdurachman.

Dalam sebuah video, terlihat Kopral TNI bernama Dua Arif mencurahkan amarahnya. Dia memberikan peringatan kepada Effendi Simbolon. Dia akan mencari Effendi ke mana pun bila tidak ada permintaan maaf.

"Eh kau, Effendi Simbolon, anggota Komisi 1 DPR RI. Saya Kopral, tidak terima TNI dibilang seperti gerombolan. Saya minta kamu segera meminta maaf secara terbuka kepada TNI," ujarnya dalam video yang dilihat merdeka.com.

"Kalau kamu tidak maaf, sampai di manapun. Kamu akan saya cari sampai di ujung dunia. Nih, Kopral Dua Arif," katanya lagi.

Dandim Cilegon Marah Besar

Selanjutnya, ada Komandan Kodim (Dandim) 0623/Cilegon, Letkol Inf Ari Widyo Prasetyo. Dia tak terima dan marah besar dengan statement Effendi yang menyebut adanya disharmoni hubungan antara Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan Kasad TNI Jenderal Dudung Abdurachman.

Tak hanya itu, Ari juga geram lantaran Effendi juga sempat menyebut dan mengibaratkan TNI layaknya gerombolan ormas. Sambil menggebrak meja, Ari pun kemudian menuntut permintaan maaf secara terbuka dari Effendi kepada keluarga besar TNI.

"Dari ujung Barat pulau Jawa kami dengar omonganmu Effendi Simbolon. Kau bilang pimpinan kami Panglima TNI, Kasad tidak harmonis. Kau bilang TNI gerombolan seperti ormas kami tidak terima," kata Ari dikutip dari Instagram @jktnewss (14/9).

Menurut Ari, pernyataan yang dilontarkan Effendi dalam rapat itu sangat melukai para prajurit TNI. Ia juga menilai, Effendi telah mengadu domba dua pimpinan di TNI, yakni Panglima dan Kasad.

TNI Tetap Solid

Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Tatang Subarna ikut menanggapi Effendi. Dia dengan tegas menyatakan saat ini tiga matra TNI Angkatan Darat, Udara maupun Laut tidak ada masalah dan semuanya solid terutama di Banten.

"Darat Laut Udara di Banten tidak ada masalah, saya yang berada di ujung barat pulau Jawa, TNI solid tidak ada masalah," kata Tatang, Serang.

Menurutnya, dengan adanya seorang tokoh politik mengatakan isu disharmoni, dinilai hanya ingin mengadu domba antara Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Dudung Abdurachman dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

"Makanya ada yang mengatakan tokoh politik kalau TNI tidak solid hanya mencari cari saja enggak ada, kita solid bangga rakyat manakala melihat TNI solid," tegasnya.

Tatang menegaskan TNI solid. Dia mengultimatum pihak lain agar tidak main-main dengan TNI. "Satu TNI solid, jadi ada tokoh tuh yang mengatakan bahwa tidak kompak, TNI kaya gerombolan. jangan main main kami terus terang dikatakan seperti gerombolan itu waduh, bukti nih bahwa TNI kompak darat laut, udara," pungkasnya.

Effendi Terima Intimidasi

Effendi Simbolon mengaku mendapatkan intimidasi setelah bicara disharmoni TNI dan menyebut TNI sebagai gerombolan viral. Ia mendapatkan berbagai macam ancaman terhadap nyawanya.

"Nah ini kemudian menjadi viral dan saya sayangkan adanya proses-proses lanjutan yang mengintimidasi begitu. Saya kira enggak zamannya lagi hanya seorang Effendi Simbolon kemudian dikepung dengan begitu hebatnya," ujar Effendi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Beragam ancaman menyerang politikus PDIP ini. Effendi bilang bentuk intimidasi tersebut berupa alamat rumahnya disebar, hingga handphonenya tidak berhenti berdering.

"Mungkin teman-teman lihat sendiri viral-viral alamat rumah saya dikasih, kemudian handphone saya 24 jam enggak berhenti-henti berdering," ujar Effendi.

Dia mengaku telah melakukan profiling pihak-pihak yang melakukan intimidasi. Pada saatnya Effendi akan membuka ke publik.

"Ada semua saya profiling semua. Nanti pada waktunya saya buka," katanya.

Permintaan Maaf Effendi

Politikus PDIP itu akhirnya menyampaikan permintaan maaf terkait ucapannya yang telah memicu kemarahan prajurit TNI. Dia juga turut menyampaikan permintaan maaf kepada pihak yang sempat dia singgung, yakni Panglima TNI dan Kasad.

"Dari lubuk hati terdalam saya mohon maaf atas perkataan saya yang menyinggung dan menyakiti prajurit siapapun dia perwira, tamtama, dan para pihak yang tidak nyaman atas perkataan yang dinilai lain," ujar dia di Gedung DPR, Rabu (14/9).

"Dan kepada Panglima TNI, saya mohon maaf. Kasad, Kasal, Kasau yang mungkin merasa kurang nyaman, saya mohon maaf," sambungnya.

Effendi mengatakan, sebenarnya tidak berniat membuat tersinggung atas ucapannya menyebut TNI sebagai gerombolan dan membandingkan dengan ormas. Menurutnya, saat itu dia sedang memberikan gambaran bilamana prajurit TNI tidak patuh dan terjadi disharmoni.

"Sejujurnya saya tidak pernah mestigmakan TNI gerombolan tapi lebih kepada kalau tidak ada kepatuhan dan harmoni, seperti gerombolan ormas," jelasnya.

Reporter: Syifa Hanifah [ray]