Saat Saham Bank Jago Dipantau Bursa, hingga Akhirnya Tergelincir

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Setelah menguat signifikan, saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) berada di zona merah pada perdagangan saham Selasa, 23 Februari 2021.

Mengutip data RTI, saham ARTO melemah 6,88 persen ke posisi Rp 10.150 per saham. Saham ARTO dibuka menguat 25 poin ke posisi 10.925 per saham. Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,28 persen ke posisi 6.272,80. Sebanyak 234 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 248 saham melemah dan 154 saham diam di tempat.

Pada Selasa pekan ini, IHSG di level tertinggi 6.279 dan terendah 6.241,95. Total frekuensi perdagangan saham 1.221.564 kali dengan nilai transaksi Rp 13 triliun.

Saham ARTO cenderung menguat sejak pekan lalu. Pada periode 15-19 Februari 2021 saja, saham ARTO sudah melonjak 30,21 persen ke posisi 9.375 persen.

Kalau melihat perdagangan sepanjang Februari 2021, saham ARTO sudah menguat 51,49 persen. Saham ARTO berada di posisi tertinggi 11.225 dan terendah 6.500 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 66.932 kali dengan nilai transaksi Rp 1,1 triliun.

Berikut sejumlah hal terkait saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang terjadi pada pekan ini dirangkum Rabu, (24/2/2021):

Gerak Saham Bank Jago (ARTO)

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham ARTO melonjak 16,27 persen menjadi Rp 10.900 per saham pada 22 Februari 2021. Saham ARTO sempat berada di level tertinggi 11.225 dan terendah 9.425 per saham. Nilai transaksi harian saham Rp 264,9 miliar. Total frekuensi perdagangan saham 17.679 kali.

Dengan kenaikan harga saham itu mendorong kapitalisasi pasar saham ARTO mencapai Rp 117 triliun.

Saham ARTO cenderung menguat sejak pekan lalu. Pada periode 15-19 Februari 2021 saja, saham ARTO sudah melonjak 30,21 persen ke posisi 9.375 persen.

Kalau melihat perdagangan sepanjang Februari 2021, saham ARTO sudah menguat 51,49 persen. Saham ARTO berada di posisi tertinggi 11.225 dan terendah 6.500 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 66.932 kali dengan nilai transaksi Rp 1,1 triliun.

Masuk Jajaran 10 Besar Emiten Kapitalisasi Pasar Terbesar di BEI

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11).  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Mengutip data BEI, saham ARTO mencatat kapitalisasi pasar mencapai Rp 117 triliun. Saham ARTO berada di posisi 10 untuk emiten kapitalisasi pasar terbesar di BEI. Saham ARTO masuk jajaran emiten kapitalisasi besar ini didorong kenaikan harga saham sebesar 16,27 persen menjadi Rp 10.900 per saham pada 22 Februari 2021.

Saham ARTO sempat berada di level tertinggi 11.225 dan terendah 9.425 per saham. Nilai transaksi harian saham Rp 264,9 miliar. Total frekuensi perdagangan saham 17.679 kali.

Kapitalisasi pasar saham ARTO ini menyalip PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Gudang Garam Tbk. Pada penutupan sesi pertama perdagangan Senin, 22 Februari 2021, kapitalisasi pasar saham ICBP mencapai Rp 101,75 triliun dan GGRM Rp 72,2 triliun.

Namun, kalau dibandingkan dengan emiten bank, PT Bank Jago Tbk yang dulu bernama Bank Artos Indonesia ini berada di posisi empat sebagai emiten bank dengan kapitatalisasi pasar terbesar di BEI.

Posisi kapitalisasi pasar saham ARTO di bawah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 829 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 585 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 295 triliun.

BEI Pantau Saham ARTO

Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020).  Seiring berjalannya perdangan, penguatan IHSG terus bertambah tebal hingga nyaris mencapai 1,50 persen.   (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Seiring berjalannya perdangan, penguatan IHSG terus bertambah tebal hingga nyaris mencapai 1,50 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pun mengambil langkah cepat. BEI memantau saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) seiring telah terjadi peningkatan harga saham ARTO yang di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA).

“Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan ada pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia M.Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Irvan Susandy dalam keterbukaan informasi BEI.

Informasi terakhir mengenai perusahaan tercatat adalah informasi pada 8 Februari 2021 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek.

Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham ARTO itu, BEI menyampaikan sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini.

Oleh karena itu, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Saham ARTO Tergelincir

Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) belum mampu kembali lanjutkan penguatan pada perdagangan saham, Selasa, 23 Februari 2021. Saham ARTO berada di zona merah di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat.

Mengutip data RTI, saham ARTO melemah 6,88 persen ke posisi Rp 10.150 per saham. Saham ARTO dibuka menguat 25 poin ke posisi 10.925 per saham. Saham ARTO sempat dibuka level tertinggi 11.000 dan terendah 10.150 per saham. Kapitalisasi pasar saham ARTO mencapai Rp 110,19 triliun.

Total frekuensi perdagangan saham 10.069 kali dengan nilai transaksi Rp 151,3 miliar. Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,28 persen ke posisi 6.272,80. Sebanyak 234 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 248 saham melemah dan 154 saham diam di tempat.

Pada Selasa pekan ini, IHSG di level tertinggi 6.279 dan terendah 6.241,95. Total frekuensi perdagangan saham 1.221.564 kali dengan nilai transaksi Rp 13 triliun.

Analis PT Kiwoom Securities, Sukarno Alatas menilai wajar saham Bank Jago melemah. Hal ini mengingat harga saham emiten berkode ARTO ini sudah naik signifikan. “Valuasinya juga sudah super mahal,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini