Saat Situasi Sulit, Properti Terbukti Bisa Jadi Jangkar

RumahCom – Produk properti telah terbukti nilainya yang paling bisa bertahan dibandingkan instrumen investasi lainnya. Stabilitas produk properti yang baik ini bisa digunakan untuk melindungi investasi maupun kekayaan.

Industri properti merupakan salah satu sektor bisnis yang ikut terpukul dengan adanya pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Aktivitas penjualan menjadi lebih sulit karena adanya pembatasan aktivitas interaksi antar manusia untuk memutus penyebaran virus sehingga semuanya harus dilakukan dari rumah.

Di sisi lain, penjualan yang menurun tidak membuat produk propertinya sendiri melemah terkait harga maupun potensi investasinya. Artinya, saat terjadi situasi yang tidak menentu seperti pelemahan ekonomi dan saat ini pandemi yang sebelumnya belum pernah dirasakan, properti masih tetap bisa diandalkan untuk menahan nilai kekayaan.

Menurut Alvin Alexander, Managing Partner Residential Services Coldwell Banker Indonesia (CBI), hampir rata-rata di seluruh dunia, produk properti selalu bisa menahan nilainya tetap stabil minimal di atas nilai investasi. Kejadian harga properti yang turun baru pernah terjadi di Amerika pada tahun 2008 saat krisis subprime mortgage karena properti ditransaksikan secara tidak benar.

Optimis pasti punya rumah, pertama dengan kumpulkan niat beli rumah. Bagaimana caranya yah? Simak videonya berikut ini.

“Di Indonesia sendiri belum pernah ada sejarahnya harga properti bisa turun, sekurangnya melambat atau stagnan tapi sampai turun itu belum pernah terjadi. Ini artinya, properti itu bisa menjadi jangkar atau hedging untuk melindungi nilai kekayaan kita terlebih saat situasi tidak menentu karena krisis maupun sekarang ini akibat adanya pandemi,” ujarnya.

Alvin juga merinci histori yang lebih panjang terkait pergerakan harga properti dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Rata-rata nilai properti pasti akan naik, tinggal nilai kenaikannya menyesuaikan terkait dengan lokasi maupun hal lainnya. Ini artinya, properti bisa menjadi alat untuk investasi yang jangka panjang karena produk ini memiliki stabilitas yang baik dibandingkan jenis investasi lainnya.

Terkait penjualan produk properti saat pandemi ini tentunya ada penurunan yang sangat signifikan. Pada kuartal pertama tahun ini saja, untuk jenis produk apartemen di Jakarta penjualannya turun hingga lebih dari 68 persen. Wilayah lain di Bogor, Depok, dan Bekasi penurunannya lebih besar mencapai 75,8 persen. Angka penurunan yang paling rendah di wilayah Tangerang sebesar 45,1 persen.

“Tapi itu hanya penurunan penjualan karena nyatanya pasar masih tetap confident dengan produk properti. Penentuan harga properti juga tidak simple, artinya kalau harga tanah bisa turun, harga material bahan bangunannya pasti naik, makanya sulit bagi properti untuk turun harga terlebih di Indonesia yang pasarnya sangat besar,” katanya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.