Saat Sohibul Iman Getir Melihat Nyawa Dimusnahkan

Syahrul Ansyari
·Bacaan 1 menit

VIVA - Mantan Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman, mengungkapkan kegelisahannya atas situasi yang terjadi akhir-akhir ini. Lewat akun Twitternya, @msi_sohibuliman, dia menyinggung soal upaya pembungkaman orang-orang yang kritis.

"Ketika akun dan kanal socmed orang-orang kritis ditutup serta media dikooptasi, kita kaget tapi masih mentolerir," tulis dia, Sabtu, 19 Desember 2020.

Sohibul yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Syuro PKS itu melanjutkan ketika orang-orang dan media yang kritis mulai diintimidasi dengan ancaman-ancaman, masyarakat mulai khawatir.

"Dan ketika nyawa-nyawa juga mulai dimusnahkan, kita jadi getir. Sistem politik dan nilai apa yang sedang dijalankan?" ujarnya.

Baca juga: Bareskrim Kirim Surat ke Dewan Pers Terkait Wartawan Edy Mulyadi

Pada cuitannya yang lain, Sohibul mengatakan kekuasaan yang sudah melampaui batas biasanya tidak membiarkan ada pihak-pihak yang kritis. Pembungkaman jadi praktek umum, bukan hanya menyumbat suara-suara kritis tapi juga intimidasi secara psikis bahkan pembunuhan secara fisik.

"Jangankan prinsip-prinsip demokrasi bahkan nilai-nilai kemanusiaan pun dikubur hidup-hidup," lanjutnya.

Sohibul sendiri tidak menjelaskan lebih sepesifik lagi soal cuitannya tersebut. Hanya saja, peristiwa besar yang terjadi akhir-akhir ini adalah terkait dengan pembunuhan 6 laskar Front Pembela Islam oleh polisi.