Saat Ulama Kondang Gus Miftah Pamer Skill di Depan Pelatih PSS

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Sleman - Ulama kondang, Miftah Maulana Habiburohman atau yang dikenal dengan nama Gus Miftah baru-baru ini ikut bermain sepak bola dengan para pengurus dan tim pelatih PSS Sleman. Termasuk menjadi lawan pelatih kepala PSS, Dejan Antonic.

Pria berusia 39 tahun itu mengunggah videonya dalam kanal YouTube Gus Miftah Official. Gus Miftah datang ke lokasi pertandingan dengan naik sepeda dan mengenakan jersey Chelsea yang merupakan tim favoritnya. Ia baru masuk ke lapangan sebagai pemain pengganti.

Gus Miftah pun ditunjuk menjadi kiper dalam laga eksebisi itu. Ia memamerkan skill-nya di lapangan hijau, sebuah kegiatan yang jauh dari profesinya sebagai ulama. Aksinya boleh juga dengan beberapa kali melakukan penyelamatan, meski gawangnya tetap saja bobol.

Setelah pertandingan, ia bercengkerama dengan Dejan Antonic soal kemampuannya bermain bola. Sang pelatih cukup terpukau melihat aksi Gus Miftah.

"Pemain ini bagus tapi harus kerja keras. Yang penting enjoy, skor tidak penting. Semoga kembali ke hidup yang normal," kata Dejan Antonic.

"PSS Ale!!," ujar singkat Gus Miftah.

Komisaris di PSS

CEO PSS, Soekeno (kanan) bersama Miftah Maulana Habiburohman (Gus Miftah). (Bola.com/Vincentius Atmaja)
CEO PSS, Soekeno (kanan) bersama Miftah Maulana Habiburohman (Gus Miftah). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bagi publik PSS, sosok Gus Miftah tidak asing lagi, karena ia merupakan satu di antara komisaris klub berjuluk tim Elang Jawa tersebut. Tepatnya sejak PSS berhasil promosi ke Liga 1 di tahun 2018.

Oleh CEO PSS saat itu yakni Soekeno, Gus Miftah masuk sebagai komisaris agar perusahaan di PSS ikut dipimpin orang-orang dengan spiritualis yang tinggi. Gus Miftah bisa disebut sebagai Kiai pertama yang ikut mengurusi tim sepak bola profesional di kasta Liga 1.

Gus Miftah sendiri merupakan pengasuh Ponpes Ora Aji, yang berlokasi di Purwomartani, Kalasan, Sleman. Dirinya mengaku siap mengemban tugas di PSS Sleman.

Langkah pertama adalah dia ingin memperbaiki Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di manajemen hingga tim agar kelak bisa membuat PSS semakin berprestasi.

"Saya pernah ke Eropa dan berkunjung di beberapa klub sepak bola. Rata-rata karena punya SDM yang bagus. Nah, dalam perjalanan ke depan kami akan memperbaiki SDM di PSS," ungkap Gus Miftah, seperti dalam tulisan Bola.com edisi 8 Januari 2019.

"Isu-isu match fixing itu kalau ditunjang SDM bagus yang mengedepankan sportivitas dan kejujuran, kami rasa hal itu tidak akan terjadi," tegasnya kala itu.

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel