Saat Ustaz Yusuf Mansur Disebut Bicara Duit Melulu

Syahrul Ansyari
·Bacaan 2 menit

VIVA - Seorang warganet yang mengaku pernah mondok di bawah asuhan Ustaz Yusuf Mansur melontarkan kritikan kepada sang ustaz. Santri tersebut mengaku tidak suka dengan Yusuf Mansur.

"Beliau ini dunia banget, setiap ceramah duit mulu," kata santri yang tidak disebutkan namanya tersebut, dikutip dari akun Instagram Yusuf Mansur, @yusufmansurnew, Kamis, 18 Februari 2021.

Si santri itu melanjutkan Ustaz Yusuf Mansur mengajak hadirin untuk sedekah, lalu ia memutar kotak. Setelah itu para hadirin memberikan emas mereka seperti gelas, cincin, sampai kalung.

"Buat akhirat kata Ustaz Yusuf," kata santri itu lagi.

Baca juga: Alhamdulillah, Donasi Buat Keluarga Ustaz Maaher Tembus Rp1,2 Miliar

Namun, menurut si santri, tindakan itu terkesan memaksa. Selain itu juga seperti membangun kesombongan para jamaah karena di depan khalayak berani sedekah emas 10 gram dan lain-lain.

Tak cukup di situ, dia juga menumpahkan kekesalannya jika Ustaz Yusuf Mansur mampir ke pondok tempat dia belajar. Per malamnya, pondok harus membayar 3 juta padahal pondoknya itu adalah cabang dari pondok Ustaz Yusuf Manusr.

"Seriusan nggak suka banget dari dulu karena duniawi banget," kata santri tersebut.

Nah bagaimana tanggapan Ustaz Yusuf Mansur atas tudingan tersebut?

Melalui keterangan dalam postingan yang sama, Yusuf Mansur justri tidak membantahnya. Dia mengatakan memang benar bahwa ia selalu bicara soal duit.

"Kawan-kawan butuh duit, kan? Ya ayo, bicara duit," kata Yusuf.

Yusuf pun menilai santri yang melontarkan kritikan kepadanya itu hebat. Alasannya, seumur santri, sudah tidak suka orang bicara duit.

"Asli cakep. Semoga saya bisa tahu siapa santri ini dan di mana cabangnya. Bukan mau ngelaporin dengan pasal ITE, tapi mau berterima kasih," kata dia lagi.

Yusuf juga menjawab soal kalau dirinya ke cabang, lalu cabang harus bayar 3 juta per malam.

"Ini juga saya salah. Mestinya, 3 M per malam, hehehe. Kemurahan. Saya salah kalo 3 juta. Asyek," kata Yusuf.

Yusuf melanjutkan dunia kritik harus dibangun. Dia mengaku belajar untuk menerima kritik.

"Ya ayolah kritik. Nggak apa-apa. Diterima. Apalagi kira2? Demi kebaikan bersama," katanya.

"Maafin jika masih kayak nggka terlalu nerima kritik. Masih belajar menerima kritikan-kritikan," lanjutnya.