Sabah Malaysia tutup perkebunan kelapa sawit akibat wabah corona

KUALA LUMPUR (Reuters) - Negara bagian Sabah Malaysia memerintahkan penutupan perkebunan kelapa sawit di tiga distrik setelah adanya wabah virus corona yang berasal dari acara keagamaan di Kuala Lumpur, yang juga terkait dengan hampir seribu kasus COVID-19.

Penutupan ini terjadi ketika produsen minyak kelapa sawit terbesar kedua di dunia tersebut melaporkan 106 kasus baru COVID-19 sehingga menambah total infeksi menjadi 1.624 kasus, tertinggi di Asia Tenggara.

Sabah, negara bagian dengan produksi minyak kelapa sawit tertinggi di Malaysia, akan menangguhkan operasi di perkebunan kelapa sawit dan pabrik-pabrik di distrik Tawau, Lahad Datu dan Kinabatangan mulai pekan ini hingga akhir bulan, pemberitahuan yang dikeluarkan oleh pemerintah negara bagian Sabah, Selasa.

"Penutupan perkebunan dan pabrik kelapa sawit bertujuan mencegah mobilitas pekerja perkebunan saat terdapat sejumlah pekerja di Tawau, Lahad Datu dan Kinabatangan yang terbukti positif COVID-19," tulis pemerintah negara bagian itu.

Sabah, yang berada di bagian timur Malaysia, menyumbang sekitar 25 persen dari produksi minyak sawit di Malaysia.

Perusahaan perkebunan Sabah Softwoods Berhad (SSB) membenarkan bahwa tujuh pekerja dinyatakan positif tertular virus.

"Kasus pertama adalah seorang imam yang menghadiri acara keagamaan di Masjid Sri Petaling pada Februari," kata Kepala Eksekutif Hattah Jaafar kepada Reuters.

"Manajemen SSB langsung menginstruksikan karantina perkebunan untuk menghentikan operasi dan membatasi mobilitas pegawai guna memutus penyebaran virus lebih lanjut," katanya.

Malaysia menyebutkan bahwa 16.000 orang berpartisipasi dalam acara keagamaan yang berlangsung pada 27 Februari - 1 Maret. Sebagian besar peserta merupakan warga Malaysia, namun ada juga dari mereka yang berasal dari 25 negara.

Kementerian Kesehatan pada Selasa mengatakan bahwa lonjakan infeks baru-baru ini di Malaysia bisa jadi karena peserta acara keagamaan tersebut mungkin telah menjangkiti masyarakat.

Kementerian menambahkan cluster yang terkait dengan acara tersebut juga melibatkan orang-orang yang sempat menghadiri acara pernikahan dan datang ke masjid.