Sabam Sirait: Tak Berkerumun Itu Demi Kepentingan Bersama

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H yang kian dekat, banyak diberitakan warga di beberapa daerah yang melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bahkan, ada juga pengelola pusat-pusat perbelanjaan yang melanggar protokol kesehatan sehingga tempat usaha mereka harus disegel.

Belum lagi sejumlah orang yang "main kucing-kucingan" untuk bisa mudik. Ada yang dengan menggunakan travel gelap, dan bahkan ada juga yang masuk ke dalam mobil truk molen.

Melihat perkembangan demikian, senator dari daerah pemilihan DKI Jakarta, Sabam Sirait, mengajak semua pihak untuk kembali kepada aturan dan mengikuti aturan dengan sebaik mungkin. Mantan anggota DPR 7 periode ini juga mengajak semua masyarakat untuk mengikuti instruksi pemerintah untuk kepentingan bersama.

"Kalau kita ikuti instruksi pemerintah, itu bukan untuk pemerintah, melainkan demi kepentingan kita bersama, termasuk kita dan keluarga kita. Mari kita saling gotong royong dengan menjalankan apa yang diimbau oleh pemerintah," kata Sabam, yang juga mantan anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dua periode saat dihubungi belum lama ini.

Penulis buku Meniti Demokrasi Indonesia ini menekankan bahwa PSBB bisa terus diperpanjang apabila masyarakat terus melanggar instruksi pemerintah. Sebab pelanggaran ini mengakibatkan penyebaran Covid-19 akan susah diminimalisir.

"Mari kita hadapi bersama dan mari kita lawan bersama. Ikuti instruksi pemerintah dan juga jangan lupa jaga kebersihan masing-masing. Tak berkerumun itu demi kepentingan bersama," ungkap Sabam, yang juga menulis buku Berpolitik Bersama 7 Presiden, sambil mengucapkan selamat berpuasa kada kaum muslimin.

Termasuk dalam hal ini, sambung tokoh senior yang dekat dengan semua kalangan lintas partai dan lintas agama ini, adalah terkait mudik. Ia mengajak semua pihak untuk tidak mudik dalam rangka menjaga kesehatan diri dan keluarga di kampung halaman.

Imbauan Tidak Mudik

Diketahui, Presiden Jokowi menegaskan bahwa hingga dua minggu ke depan pemerintah akan tetap fokus pada larangan mudik. Termasuk mengendalikan arus balik libur Lebaran di tengah pandemi virus Corona. Jokowi pun meminta bantuan dari kepolisian dan juga TNI untuk terus memperketat larangan mudik.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir meminta masyarakat untuk tidak mudik Lebaran di tengah pandemi corona seperti saat ini. Tradisi mudik bisa dilaksanakan di lain waktu, saat kondisi sudah kembali normal.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj juga mengimbau umat muslim, khususnya para Nahdliyin, untuk mengikuti aturan pemerintah soal mudik lebaran. Sebab hal ini dilakukan pemerintah pusat dan daerah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Saksikan video pilihan di bawah ini: