Sabung Ayam, Pertempuran Baru di Irak

Bagdad (AFP/ANTARA) - Irak sudah tidak asing lagi dengan pertempuran, tapi kali ini bukan pertempuran dengan senapan dan roket: ketika bel berbunyi, pelatih melepas ayam jantan jenis Daqduqa dan Sammam ke dalam ring.


Kerumunan, tersebar di seluruh tribun di sebuah rumah yang lembab di Baghdad, berbaur dalam keceriaan.


Selamat datang di adu ayam Irak.


Pertandingan tersebut ilegal di Irak tetapi masih tersebar luas, dan selalu dihadiri puluhan orang, sebagian dari mereka datang untuk berjudi, meskipun banyak yang datang hanya untuk hiburan.


"Saya telah datang ke sini selama lima tahun, setidaknya sebulan sekali," kata Ahmed Jabbar, mengacu pada fakta bahwa bahkan melalui kekerasan brutal di ibukota pada tahun 2007 dan 2008, pertarungan ini sudah biasa.


"Saya tidak pernah taruhan uang, saya hanya menonton - ini adalah olahraga favorit saya, lebih dari sepak bola atau apapun di televisi," kata tukang ledeng berusia 43 tahun itu.


Di rumah kecil dengan atap logam di Baghdad barat, penyelenggara mengadakan sabung ayam harian pada pukul 17:00-23:00, meskipun pertandingan diadakan di pagi hari pada hari Jumat, hari doa para Muslim.


Pertandingan tidak diadakan pada bulan Juni sampai Oktober, karena suhu sangat tinggi di Baghdad.


"Arena", yang berbentuk area melingkar dengan diameter sekitar tiga meter (10 kaki), ditutupi karpet merah dan dikelilingi oleh tempat duduk berjenjang.


Sebuah poster besar tergantung di salah satu dinding yang menguraikan aturan-aturan pertandingan: setiap pertarungan terdiri dari delapan putaran dari 13 menit, dengan dua menit istirahat diantara ronde, dengan total hampir dua jam.


Ayam jantan dianggap kalah jika dikalahkan tiga putaran berturut-turut, dengan kemenangan yang dihitung jika satu ayam menahan leher ayam lain ke tanah selama satu menit penuh.


Setiap pemilik ayam kalah dalam pertandingan karena menarik keluar seekor ayam jantan jika ia khawatir akan keselamatan ayamnya. (as/ik)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.