Sadis, Bruno Fernandes Dicap Tak Selevel Jenderal Lini Tengah ManCity

·Bacaan 2 menit

VIVA – Performa gemilang Bruno Fernandes bersama Manchester United tak serta-merta membuat semua orang terkesima. Tetap ada kritik keras yang dialamatkan pada pemain asal Portugal tersebut.

Salah satunya justru datang dari legenda Setan Merah sendiri, yakni Lee Sharpe. Dia merasa kualitas sang pemain masih jauh di bawah gelandang kelas wahid lainnya yang juga merumput di Premier League. Terlebih, Kevin De Bruyne.

Padahal, bila melihat statistik, performa Bruno Fernandes seakan membuat uang sebesar 67 juta poundsterling yang dikeluarkan MU untuk menebusnya dari Sporting Lisbon menjadi tak sia-sia.

Dia telah menorehkan 40 gol sejak didatangkan pada Januari 2020 silam, di mana 28 gol dicetak pada musim ini. Pemain 26 tahun itu juga mencatatkan 17 assists sepanjang musim 2020/21.

Ternyata, performa tersebut belum memuaskan hati Sharpe. Pasalnya, dia melihat Fernandes terbantu dengan gol dari titik putih.

Selain itu, dia juga kesal dengan penampilan Fernandes di lini tengah. Sharpe menilai Fernandes sering kehilangan bola di lapangan.

"Dia melakukan sesuatu yang ajaib. Dia memberikan umpan ke suatu tempat atau mencetak gol yang bagus, atau lewat tendangan bebas. Tapi, kemudian dia membuang 10-15 menit di pertandingan dengan memberikan bola ke lawan dengan sangat mudah," kata Sharpe dikutip The Sun.

"Saya tak yakin apakah itu adalah performa sementara yang sedang dia alami, atau apakah itu benar-benar dia sebagai pemain," jelasnya.

Dari situ, Sharpe pun membandingkan Fernandes dengan gelandang top lainnya seperti De Bruyne. Tanpa ragu, pria asal Inggris itu menyebut gelandang asal Belgia memiliki level yang jauh di atasnya.

Itu terlihat dari penampilan De Bruyne ketika membela Manchester City. Dia benar-benar jadi jenderal lini tengah The Citizens dan sangat tangguh dalam berbagai kondisi.

"Jadi, saat ini saya mempertimbangkan apakah dia salah satu yang terbaik di liga. Saya rasa De Bruyne ada di sana sebagai tiga pemain paling top di liga. Saya tak yakin Bruno masuk ke daftar tiga terbaik," ujar Sharpe.

"Maksud saya, dia mencetak banyak gol, tapi dari penalti. Tapi, untuk saya, ketika saya menonton pertandingan, dia terlalu mudah memberi bola ketika Anda benar-benar membutuhkannya untuk menahan bola," tutur dia.