Sadis, Pelatih Judo Banting Bocah 7 Tahun Berkali-kali Sampai Mati

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kejadian mengenaskan menimpa bocah 7 tahun asal Taiwan. Dia meninggal dunia usai menerima latihan ekstrem dibanting berkali-kali oleh pelatih judonya sendiri. Bagaimana ceritanya?

Kejadian itu terjadi pada 21 April 2021 lalu, saat itu anak yang tidak disebutkan namanya menghadiri kelas judo dengan ditemani oleh pamannya. Sang paman merekam saat si anak latihan ekstrem.

Niat sang paman adalah merekam untuk menunjukkan pada sang ibu bahwa judo bukan olahraga yang tepat di usia sang anak. Namun nahas itu menjadi latihan terakhir si anak.

Dilansir Dailymail, dalam video itu diperlihatkan, si anak dilempar beberapa kali oleh rekannya yang lebih tua selama latihan. Si anak berteriak, tapi si pelatih menyuruhnya untuk berdiri dan kembali menerima bantingan dari seniornya.

Sang pelatih juga ikut membanting tubuh si anak ini sampai 27 kali. Sampai akhirnya dia pingsan, parahnya lagi pelatih yang diketahui dari keluarga Ho itu mengatakan kepada yang lain jika si anak berpura-pura tak sadar.

Tahu yang terjadi adalah hal serius, sang anak dibawa kerumah sakit. Dia tak sadarkan diri dan dikabarkan pihak rumah sakit mengalami pendarahan otak yang parah.

Dia mengalami koma dan setelah tak sadarkan diri selama 70, si anak meninggal dunia. Pelatih judo yang berusia 60an tahun ini lalu ditangkap dan dituding menggunakan anak kecil untuk berbuat kejahatan.

Tapi dia dibebaskan setelah membayar uang jaminan 100.000 dollar Taiwan atau setara dengan Rp53 juta.

Saat video itu tersebar di media sosial, ada pertanyaan mengapa sang apaman tidak menghentikannya namun ada pakar mengatakan bahwa itu ada budaya hormat dengan memberikan otoritas kepada pelatih apapun yang terjadi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel