Sadisnya Liverpool Bikin Malu Manajer Legendaris Premier League

Satria Permana
·Bacaan 1 menit

VIVA – Keganasan Liverpool saat membantai Crystal Palace, 7-0, di Selhurst Park, Sabtu 19 Desember 2020, telah meninggalkan luka dalam diri manajer Roy Hodgson. Sebagai arsitek Palace, Hodgson mengaku sangat dipermalukan Liverpool, yang merupakan mantan tim asuhannya.

Ini jadi salah satu kekalahan paling telak Hodgson sepanjang kariernya sebagai manajer. Dan, tak bagus bagi Hodgson yang berstatus sebagai manajer legendaris di Premier League.

Ya, Hodgson punya tempat terhormat di Premier League. Berstatus sebagai senior, Hodgson merupakan salah satu manajer yang memiliki reputasi paling baik di Inggris dan Eropa.

Bahkan, dia sempat menjabat sebagai konsultan teknis UEFA dan FIFA. Dengan rekam jejak ini saja, Hodgson memang sudah diakui kemampuannya sebagai manajer berkelas.

Hanya saja tragedi di Selhurst Park kemarin, membuat harga diri Hodgson tercabik-cabik.

Wajah Hodgson sudah asam saat Liverpool unggul 3-0 di babak pertama. Ekspresinya menunjukkan tak percaya, anak-anak asuhnya dibuat jadi mainan The Reds.

Pada babak kedua, Hodgson makin frustrasi. Dia kerap senyum sendiri saat para pemain Liverpool menari-nari di atas lapangan dan menjebol gawang Palace. Tak ada teriakan dari mulutnya, karena pria 73 tahun tersebut sudah begitu malu dengan hasil yang diterima Palace.

"Tak ada satu pun hal positif yang bisa saya katakan. Kami benar-benar dipermalukan hasil pertandingan, tak ada pertanyaan. Kami begitu bodoh," kata Hodgson, dilansir Daily Mail.

"Kami tak pernah dibantai dengan skor telak, 7-0. Jadi ini pengalaman baru dan begitu canggung saat saya duduk di sini, bicara kepada Anda dan tak bisa memberikan hal yang positif," lanjutnya.