Saeni, Penemu Bibit Padi Unggul

Liputan6.com, Purbalingga: Tak banyak sarjana yang bersedia pulang kampung dan membangun kampungnya. Namun, Saein adalah satu di antaranya. Ia memobilisasi para petani untuk kembali ke pertanian organik yang ramah lingkungan.

Usai menuntut ilmu, sarjana lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu pulang ke kampungnya. Kandidat peraih Liputan 6 Awards 2011 bertekad memajukan pertanian dan menaikan derajat petani di tanah leluhurnya, Purbalingga, Jawa Tengah.

Berbekal sepeda onthelnya, setiap hari Saein  menyambangi sawah milik keluarga di Kecamatan Bukateja, Purbalingga. Saat musim panen hampir tiba, ia memeriksa langsung kualitas padi miliknya. Ia korbankan karir sebagai peneliti di Balai Penelitian Padi Sukamandi demi membina 800 petani di wilayah itu.

Saein tak bergantung pada bantuan pemerintah atau asing. Ia merogoh koceknya yang tak seberapa untuk riset pupuk dan pestisida organik, serta juga bibit padi berkualitas nomor wahid. Bagi Saein, segala karya dan temuannya dicurahkan sepenuhnya untuk para petani di kampungnya.

Saein berupaya mengembangkan pertanian ramah lingkungan, dengan membuat pupuk dan pestisida organik. Untuk mempercepat penyebaran informasi kepada petani, ia kerap memberikan materi kepada penyuluh lapangan Dinas Pertanian, lengkap dengan praktiknya. Kini, sudah 20 hektare sawah digarap secara organik .

Tak hanya pupuk dan pestisida alami,  prestasi lain petani peraih Kehati Award 2009 itu adalah menemukan varietas baru bernama padi mutiara—varietas yang terbukti sangat menguntungkan petani.

Saein tak pernah berpangku tangan. Ia terus melakukan riset dan penelitian. Bukan untuk mencari pengakuan diri, tapi semata-mata untuk kemandirian para petani di sekelilingnya.(SHA)