Safari Dakwah, Habib Rizieq: Jangan Kaitkan Agama dengan Teroris

Dusep Malik, Kenny Putra
·Bacaan 2 menit

VIVA – Usai kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia pada 10 November 2020, Habib Rizieq mulai melakukan safari dakwah di Jakarta. Habib Rizieq menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan di Pondok Pesantren Al-Haromain Asy-Syarifain, di Pondok Ranggon, Jakarta Timur pada Kamis, 12 November 2020.

Dalam acara tersebut, Habib Rizieq memberikan ceramah kepada ribuan massa FPI yang hadir di pondok pesantren tersebut terkait aksi penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Habib Rizieq menjelaskan setelah aksi penghinaan tersebut, muncul pendapat-pendapat yang mengatakan itu bukan sebuah penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

"Kemudian muncullah pendapat yang pura-pura arif, pura-pura bijak. Itu kan bukan Nabi, Nabi kan nggak boleh digambar, itu kan orang lain. Saudara kalau ada satu gambar, gambar binatang, terus ditulis Habib Rizieq, berarti itu menghina saya sebagai binatang. Walaupun itu gambar bukan gambar saya, Saudara. Jadi kalau ada kartun yang digambar apa pun gambarnya ditulis ini Nabi Muhammad, Saudara, itu penghinaan kepada Nabi," ucap Habib Rizieq kepada massa FPI yang hadir, pada Kamis 12 November 2020.

Habib Rizieq juga menjelaskan, penghinaan tersebut tidak bisa diterima meski dengan alasan banyaknya umat islam yang menjadi anggota terorisme.

"Ada teroris yang Islam sehingga mereka menghina Nabi. Heh, Saudara, teroris yang beragama Islam silakan pilih, ISIS yang melanggar silakan perangi. Tapi itu bukan alasan untuk menghina Nabi Muhammad," ucap Habib Rizieq.

Habib Rizieq juga mengajak massa yang hadir untuk memerangi terorisme. Selain itu Habib Rizieq juga mengatakan jangan kaitkan agama mana pun dengan aksi terorisme.

"Ada teroris yang beragama Islam, ada ISIS yang menyimpang kemudian saudara kita memaklumi boleh untuk menghina nabi, haram. Nggak boleh. Ayo sama-sama kita tekan itu ISIS, ayo sama-sama kita perangi itu para teroris," tegasnya.

Selain itu, Habib Rizieq mengungkapkan bahwa di Eropa banyak orang Kristen jadi teroris. “Lalu, apa karena mereka teroris, boleh kita menghina Yesus mereka? Apa boleh kita menghina Tuhan mereka?” lanjut dia. (ren)