Saham ANTM dan TINS Kompak Menguat Setelah Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Rabu, 15 September 2021. Peletakan batu pertama itu dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi pun apresiasi pembangunan pabrik baterai mobil listrik yang menelan biaya hingga USD 1,1 miliar, atau setara Rp 15,675 triliun (kurs Rp 14.250 per dolar AS).

Sebelumnya Konsorsium Hyundai yang terdiri atas Hyundai Motor Company, KIA Corporation, Hyundai Mobis, dan LG Energy Solution bekerja sama dengan PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) membangun pabrik baterai kendaraan listrik tersebut.

PT Industri Baterai tersebut selaku holding BUMN Baterai yang termasuk gabungan dari empat BUMN yaitu PLN, Pertamina, MIND ID dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk memulai proyek pembangunan pabrik sel baterai kendaraan listrik dilakukan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bersama Konsorsium Hyundai dan PT Industri Baterai Indonesia (IBI), secara virtual pada Rabu, 28 Juli 2021.

Dengan ada sentimen itu, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat pada sesi pertama perdagangan Rabu, 15 September 2021.

Mengutip data RTI, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 1,21 persen ke posisi Rp 2.500 per saham pada sesi pertama, Rabu pekan ini. Saham ANTM dibuka stagnan Rp 2.470 per saham. Saham ANTM berada di level tertinggi Rp 2.530 dan terendah Rp 2.460 per saham.

Total frekuensi ANTM 8.580 kali dengan volume perdagangan 717.111. Nilai transaksi Rp 179,2 miliar.

Selain itu, saham PT Timah Tbk (TINS) juga menguat pada sesi pertama. Saham TINS naik 1 persen ke posisi Rp 1.515 per saham. Saham TINS sempat dibuka melemah lima poin ke posisi Rp 1.495 per saham. Saham TINS berada di level tertinggi Rp 1.525 dan terendah Rp 1.490 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.559 kali dengan volume perdagangan 79.289.

Penguatan saham ANTM dan TINS terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah tipis.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

IHSG Melemah Tipis pada Sesi Pertama 2021

Pejalan kaki duduk di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pejalan kaki duduk di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG melemah 0,19 persen ke posisi 6.117,25. Indeks LQ45 susut 0,36 persen ke posisi 867,12. Sebagian besar indeks acuan tertekan.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.125,33 dan terendah 6.102,49. Sebanyak 247 saham menguat dan 240 saham melemah. 158 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 891.342 kali. Total volume perdagangan 15,1 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 6,4 triliun. Investor asing beli saham Rp 100,92 miliar.

Secara sektoral, sebagian besar indeks sektoral saham tertekan. Indeks sektoral IDXindustry melemah 0,81 persen, dan catat penurunan terbesar,diikuti indeks sektoral saham IDXfinance melemah 0,57 persen dan IDXsiklikal susut 0,44 persen.

Sementara itu, indeks sektoral IDXEnergy menguat 0,93 persen, dan bukukan penguatan terbesar.Diikuti indeks sektoral IDXtechno menguat 0,92 persen dan IDXtransportasi menanjak 0,68 persen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel