Saham Asia dan minyak cenderung melemah, tertekan kekhawatiran Omicron

·Bacaan 2 menit

Pasar saham Asia secara umum melemah bersama minyak mentah AS dalam perdagangan yang tipis ketika sebagian masih libur pada Senin, karena sentimen investor tertekan ketidakpastian atas dampak ekonomi dari varian Virus Corona Omicron.

Maskapai penerbangan AS telah membatalkan atau menunda ribuan penerbangan selama tiga hari terakhir karena kekurangan staf terkait COVID-19, sementara beberapa kapal pesiar harus membatalkan pemberhentian setelah wabah di atas kapal.

Di Asia, China melaporkan kenaikan harian tertinggi dalam kasus COVID-19 lokal dalam 21 bulan selama akhir pekan karena infeksi lebih dari dua kali lipat di kota barat laut Xian, titik panas COVID terbaru di negara itu.

Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,20 persen, sementara KOSPI Korea Selatan turun 0,11 persen pada awal perdagangan Senin. Namun, saham China Daratan beragam, dengan indeks acuan Shanghai turun 0,37 persen tetapi indeks saham unggulan naik tipis 0,05 persen.

Australia, Hong Kong, dan Inggris, termasuk di antara pasar yang ditutup pada Senin untuk liburan Natal.

"Ada kekhawatiran atas penyebaran varian Omicron yang meluas, yang secara keseluruhan membuat orang berhati-hati untuk mengambil saham lebih banyak di Jepang," kata seorang pelaku pasar di sebuah perusahaan sekuritas Jepang.

Baca juga: IHSG awal pekan diprediksi naik, seiring optimisme di tengah Omicron

Perdagangan Wall Street dilanjutkan lagi di hari global setelah libur pada Jumat (24/12/2021). Saham AS ditutup pada rekor tertinggi pada Kamis (23/12/2021) di tengah tanda-tanda Omicron dapat menyebabkan tingkat penyakit yang lebih ringan, bahkan ketika jenis penyakit yang sangat menular itu menyebabkan lonjakan jumlah kasus di seluruh dunia.

Indeks berjangka emini menunjukkan kenaikan 0,1 persen untuk S&P 500 saat dibuka kembali.

Di pasar valuta asing, dolar AS terus melemah di dekat bagian bawah kisarannya bulan lalu terhadap sekeranjang mata uang utama, setelah mencapai level tertinggi 16 bulan pada November karena pembuat kebijakan Federal Reserve (Fed) berubah lebih hawkish.

Indeks dolar hampir datar di 96,116, menuju bagian bawah kisaran dari 95,544 hingga puncak 16 bulan di 96,938 yang dicapai pada 24 November.

Di pasar minyak mentah, kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 59 sen menjadi diperdagangkan di 73,20 dolar AS per barel. Kontrak tidak diperdagangkan pada Jumat (24/12/2021) karena hari libur pasar AS.

Minyak mentah Brent meskipun naik 26 sen menjadi diperdagangkan di 76,40 dolar AS per barel, rebound dari penurunan 71 sen pada Jumat (24/12/2021).

Baca juga: Harga minyak Asia beragam, WTI turun pasca-pembatalan penerbangan AS

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel