Saham Asia naik di tengah stimulus China dan aksi suku bunga mendatang

Saham-saham Asia menguat pada awal perdagangan Selasa pagi, setelah China berjanji untuk melakukan upaya baru guna meningkatkan ekonominya, sementara investor menaruh harapan pada kejelasan lebih lanjut menjelang sejumlah pertemuan bank sentral.

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang terangkat 0,47 persen, dengan indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,3 persen serta indeks acuan CSI300 China dan Indeks Hang Seng masing-masing dibuka menguat 0,2 persen.

Pembuat kebijakan China mengisyaratkan rasa urgensi baru pada Senin (5/9/2022) untuk langkah-langkah menopang ekonomi yang lesu, dengan mengatakan kuartal ini adalah waktu yang kritis untuk tindakan kebijakan karena bukti menunjukkan hilangnya momentum ekonomi lebih lanjut.

China juga memotong rasio cadangan devisa untuk mendukung yuan - sinyal lain otoritas tidak nyaman dengan penurunan mata uang.

"Komoditas massal akan tergantung pada dampak stimulus China dan keberhasilan ini akan tercermin dalam penambang-penambang utama," kata John Milroy, penasihat investasi di Ord Minnett.

Indeks S&P/ASX 200 Australia naik tipis 0,1 persen karena investor menunggu pertemuan bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia (RBA) yang dijadwalkan pada Selasa yang secara luas diperkirakan akan menghasilkan kenaikan suku bunga.

"Fokusnya adalah pada RBA hari ini," kata Milroy. "Seperti semua orang, kami memperkirakan kenaikan suku bunga 0,5 persen. Namun juga memperkirakan dan berharap kami mendapat komentar bahwa mereka mendekati akhir siklus kenaikan mereka."

Bank Sentral Eropa akan bertemu pada Kamis (8/9/2022) untuk membahas tindakan suku bunga, diikuti oleh pertemuan Federal Reserve AS pada 21 September.

"Ada perasaan bahwa kenaikan 75 basis poin berikutnya pada pertemuan September akan melihat perlambatan setelahnya," kata Sean Darby, kepala strategi global Jefferies yang berbasis di Hong Kong.

Indeks S&P 500 berjangka menguat 0,68 persen di sesi pagi Asia, menunjukkan awal yang cerah untuk Wall Street pada Selasa. Pasar AS ditutup pada Senin (5/9/2022) untuk liburan Hari Buruh.

Indeks saham Eropa jatuh pada Senin (5/9/2022), euro turun di bawah 99 sen untuk pertama kalinya dalam dua puluh tahun dan harga gas Eropa melonjak setelah Rusia mengatakan pipa pasokan gas utamanya ke Eropa akan tetap ditutup.

Harga minyak tergelincir pada Selasa pagi, memangkas kenaikan 3,0 persen sesi sebelumnya, karena kesepakatan di antara anggota kelompok OPEC+ untuk memangkas produksi sebesar 100.000 barel per hari pada Oktober dipandang sebagai langkah simbolis untuk membendung penurunan pasar baru-baru ini.

Minyak mentah berjangka Brent turun 0,47 persen menjadi diperdagangkan di 95,29 dolar AS per barel pada pukul 01.49 GMT. Namun minyak mentah berjangka AS naik 2,44 persen menjadi diperdagangkan di 88,99 dolar AS per barel.

Emas spot naik 0,4 persen menjadi diperdagangkan di 1.717,2 dolar AS per ounce. Sementara itu, indeks dolar turun tipis 0,2 persen setelah menyentuh puncak 20 tahun di sesi sebelumnya.

Baca juga: Saham Asia melemah, sementara euro merosot akibat krisis energi
Baca juga: Saham Asia merosot jelang laporan data pekerjaan AS
Baca juga: Pasar saham Asia bervariasi jelang laporan data pekerjaan AS