Saham Aussie berakhir menguat dengan energi dan bank memimpin kenaikan

Faisal Yunianto
·Bacaan 1 menit

Saham-saham Australia ditutup menguat pada perdagangan Selasa, dengan sektor energi dan perbankan memimpin kenaikan mengikuti lonjakan pasar global dalam merespons potensi vaksin COVID-19.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 41,70 poin atau 0,66 persen menjadi 6.340,50 poin, sedangkan indeks All Ordinaries bertambah 28,30 poin atau 0,43 persen menjadi 6.544,00 poin.

ASX 200 melonjak 2,20 persen pada pembukaan menyusul reli pasar global semalam.

"Katalisnya adalah raksasa farmasi AS Pfizer yang mengatakan vaksin COVID-19 telah terbukti 90 persen efektif dalam uji coba terbaru ... saham secara global melonjak sebanyak 4,5 persen semalam," kata analis pasar CommSec, Steven Daghlian.

Saham-saham lokal yang turun paling banyak dalam beberapa bulan terakhir selama pandemi, mencatat beberapa peningkatan terbaik, termasuk bank, energi dan saham perjalanan. Saham energi melonjak 8,50 persen setelah lonjakan harga minyak semalam.

Di bidang keuangan, bank-bank besar melonjak dengan Commonwealth Bank naik 2,97 persen, National Australia Bank naik 7,59 persen, Westpac Bank naik 5,18 persen dan ANZ naik 5,05 persen.

Saham-saham pertambangan sebagian besar lebih rendah dengan BHP naik 0,42 persen, Rio Tinto turun 0,68 persen, Fortescue Metals turun 0,06 persen dan penambang emas Newcrest turun 4,84 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas melonjak dengan Oil Search naik 16,55 persen, Santos naik 12,18 persen dan Woodside Petroleum naik 7,26 persen.

Supermarket terbesar Australia merosot dengan Coles turun 5,30 persen, dan Woolworths turun 4,56 persen.

Sementara itu, raksasa telekomunikasi Telstra menguat 1,40 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas melonjak 8,33 persen dan perusahaan biomedis CSL turun tipis 0,11 persen.

Baca juga: Ikut tren global, indeks saham Aussie dibuka melonjak 1,73 persen
Baca juga: Pasar saham Aussie dibuka melonjak ke level tertinggi 8-bulan
Baca juga: Saham Australia ditutup lebih tinggi ditopang lonjakan sektor material