Saham Aussie ditutup melemah, namun bertambah 3,5 persen minggu ini

Kelik Dewanto
·Bacaan 1 menit

Saham-saham Australia ditutup melemah pada perdagangan Jumat, tetapi masih berhasil naik 3,50 persen selama seminggu, karena investor menyambut gembira hasil Pemilu AS dan kemajuan vaksin COVID-19.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 13,00 poin atau 0,20 persen menjadi 6.405,20 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas berkurang 10,10 poin atau 0,15 persen menjadi 6.609,30 poin.

Baca juga: Saham Inggris hentikan naik 8 hari, indeks FTSE 100 susut 0,68 persen

"Ini merupakan akhir yang sedikit mengecewakan untuk minggu yang positif secara keseluruhan untuk pasar Aussie," kata analis pasar CommSec, James Tao, dikutip dari Xinhua.

"Meskipun kerugian selama dua sesi terakhir, ASX 200 memiliki minggu yang positif, terangkat 3,50 persen di belakang kenaikan kuat selama tiga sesi pertama karena pasar memiliki reaksi yang sangat positif terhadap hasil pemilu AS dan harapan terbaru atas vaksin COVID dari Pfizer."

Sektor properti, utilitas dan energi turun paling banyak, sementara teknologi informasi, komunikasi, material dan perawatan kesehatan naik.

Di bidang keuangan, bank-bank besar sebagian besar lebih rendah dengan Commonwealth Bank naik 0,10 persen, National Australia Bank turun 0,47 persen, Westpac Bank turun 0,22 persen dan ANZ turun 0,10 persen.

Saham-saham pertambangan beragam dengan BHP turun 1,87 persen, Rio Tinto turun 0,40 persen, Fortescue Metals naik 0,30 persen dan penambang emas Newcrest naik 2,83 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas bervariasi dengan Oil Search naik 3,10 persen, Santos turun 2,21 persen dan Woodside Petroleum turun 0,77 persen.

Supermarket terbesar Australia tegelincir dengan Coles turun 0,50 persen, dan Woolworths turun 0,50 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra melonjak 1,62 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas menguat 0,79 persen dan perusahaan biomedis CSL terangkat 0,29 persen.

Baca juga: IHSG bergerak melemah seiring koreksi bursa global
Baca juga: Wall Street anjlok dipicu ketidakpastian peluncuran massal vaksin