Saham Aussie ditutup naik saat euforia vaksin beri harapan pemulihan

Kelik Dewanto
·Bacaan 2 menit

Saham-saham Australia berakhir lebih tinggi pada perdagangan Rabu, mencatat kenaikan untuk hari kelima berturut-turut, didukung oleh saham keuangan dan energi, saat berita menjanjikan mengenai vaksin COVID-19 yang efektif memicu harapan pemulihan ekonomi global yang cepat.

Indeks acuan Australia S&P/ASX 200 terangkat 1,72 persen atau 109,20 poin menjadi ditutup pada 6.449,70 poin, setelah naik ke level tertinggi sejak 3 Maret selama sesi. Sementara indeks All Ordinaries bertambah 1,64 persen atau 107,10 poin menjadi menetap di 6.651,10 poin.

Baca juga: Saham Aussie dibuka menguat, menambah keuntungan hari sebelumnya

Pengumuman Pfizer Inc pada Senin (9/11/2020) tentang kandidat vaksin COVID-19, yang dikembangkan dengan mitra Jerman BioNTech, menjadi lebih dari 90 persen efektif dalam mencegah infeksi telah menyebabkan investor global kembali ke saham maskapai penerbangan, perjalanan dan pariwisata yang terpukul.

"Perdagangan ekspansif terus bekerja dengan sungguh-sungguh dan rotasi ke bidang pasar yang tidak disukai terus berlanjut," tulis Chris Weston dari Pepperstone dalam sebuah catatan, dilansir dari Reuters.

Maskapai penerbangan Australia Qantas Airways memperpanjang kenaikan ke sesi ketiga berturut-turut, sementara perusahaan pemesanan perjalanan Webjet melonjak hampir empat persen untuk mencatat kenaikan sesi ketujuh.

Indeks energi melonjak sebanyak 5,1 persen ke level tertinggi sejak 3 Juli karena harga minyak mentah menguat.

Whitehaven Coal dan Oil Search menjadi top gainers di sub-indeks, masing-masing melonjak 8,9 persen dan 7,6 persen.

Woodside Petroleum bertambah lebih dari 6,0 persen setelah produsen gas independen terbesar di negara itu menegaskan kembali bahwa proyek gas alam cair Scarborough dan Pluto Train 2 berada di jalur yang tepat untuk keputusan investasi akhir pada paruh kedua 2021.

Saham-saham keuangan kelas berat Australia terangkat 2,3 persen, dengan saham Commonwealth Bank of Australia, pemberi pinjaman terbesar di negara itu, meningkat 2,8 persen sekalipun ketika melaporkan penurunan laba tunai kuartal pertama.

Saham-saham emas turun 1,7 persen, karena euforia yang didorong oleh vaksin mendorong investor menuju aset-aset berisiko, mengurangi daya tarik safe-haven logam mulia.

Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 berakhir naik 0,4 persen pada 12.665,63 poin.

Bank sentral negara itu memperkenalkan fasilitas pendanaan pada Rabu yang akan mengurangi biaya bagi pemberi pinjaman sementara mempertahankan suku bunga acuan pada rekor terendah.

"Kecuali RBNZ dapat memastikan pinjaman ini terutama mendukung bisnis, seringkali lebih mudah untuk pendanaan murah hanya untuk mendorong lebih banyak pinjaman hipotek (KPR)," kata analis di ING dalam sebuah catatan.

Baca juga: Saham China dibuka lebih rendah setelah melemah sehari sebelumnya
Baca juga: Saham Tokyo dibuka lebih tinggi meskipun Wall Street beragam