Saham Australia berakhir datar, indeks ASX 200 naik tipis 0,10 poin

·Bacaan 2 menit

Saham-saham Australia berakhir relatif stabil setelah sesi perdagangan yang bergejolak pada Jumat, karena kerugian besar di sektor pertambangan dan energi sebagian diimbangi oleh kenaikan pada saham perawatan kesehatan.

Indeks acuan S&P/ASX 200 di Bursa Efek Australia naik tipis 0,10 poin menjadi ditutup pada 7.415,50, setelah menguat 0,02 persen pada Kamis (21/10/2021). Indeks acuan telah naik dalam empat dari lima sesi perdagangan dan bertambah 0,73 persen minggu ini.

"Kita mungkin akan melihat lebih banyak kenaikan dan penurunan ini minggu depan juga," kata Henry Jennings, analis senior dan manajer portofolio di Marcus Today, mengutip penarik dari musim pelaporan keuangan AS dan faktor ekonomi makro.

Penambang mengakhiri sesi 1,48 persen lebih rendah, dengan para penambang besar negara itu BHP, Rio Tinto dan Fortescue turun antara 0,7 persen hingga 2,2 persen.

Kerugian tersebut terjadi menyusul anjloknya harga bijih besi dan ketidakpastian terkait kemungkinan gagal bayar obligasi dari China Evergrande Group.

Saham sektor energi juga jatuh 2,08 persen, penurunan terburuk dalam sebulan, karena harga minyak turun semalam, dan kelas berat Woodside Petroleum dan Santos masing-masing kehilangan 2,8 persen dan 2,2 persen.

"Kami melihat saham individu lebih dari indeks, dan apa yang terjadi dengan RUPS dan pembaruan laba saat ini," kata Jennings, dikutip dari Reuters.

Saham perawatan kesehatan yang bergantung pada ekspor sedikit mengangkat indeks acuan, karena indeks sektor ini bergerak naik 0,59 persen didukung dolar AS yang kuat.

Top gainer dalam indeks Healius dan Ramsay Health masing-masing melonjak 4,0 persen dan 2,6 persen. Empat dari sepuluh top gainer pada indeks acuan adalah saham perawatan kesehatan.

Operator kereta api Aurizon anjlok 6,2 persen, merupakan penurunan intraday terbesar dalam lebih dari setahun setelah mengumumkan kesepakatan 2,35 miliar dolar Australia (1,75 miliar dolar AS) untuk mengakuisisi One Rail Australia (ORA) dari dana Macquarie.

Lynas Rare Earths, produsen tanah jarang terbesar di dunia di luar China, adalah top loser pada indeks acuan setelah mengatakan pendapatan kuartal pertamanya anjlok 35 persen secara berurutan, mendorong sahamnya 8,1 persen lebih rendah.

Indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru membalikkan kenaikan awal menjadi ditutup turun 0,25 persen atau 32,74 poin pada 13.093,24 poin. Indeks telah bertambah 0,62 persen minggu ini.

Baca juga: Saham China dibuka bervariasi dengan indeks Shanghai tak berubah
Baca juga: Saham Australia datar, kerugian penambang imbangi kenaikan perjalanan
Baca juga: Saham Inggris hentikan reli 2 hari, indeks FTSE 100 jatuh 0,45 persen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel