Saham Australia berakhir naik didukung sektor tambang dan energi

·Bacaan 2 menit

Saham-saham Australia berakhir lebih tinggi pada Jumat, menghentikan penurunan beruntun tiga hari didukung kenaikan saham penambang dan energi karena harga komoditas yang lebih kuat, sementara anjloknya perusahaan-perusahaan buy-now, pay-later (BNPL) menyusul tinjauan AS membatasi kenaikan.

Indeks acuan S&P/ASX 200 di Bursa Efek Australia menguat 0,11 persen atau 8,30 poin menjadi ditutup di 7.304,00 poin, meskipun mencatat awal sesi yang kuat. Indeks acuan kehilangan 0,67 persen untuk minggu ini, menandai kerugian terbesarnya dalam tiga minggu.

Saham-saham yang terkait dengan emas memimpin kenaikan pada indeks acuan, ditutup 4,0 persen lebih tinggi, sesi intraday terbaik sejak November 2020. Alkane Resources naik paling tinggi pada sub-indeks, melesat 23,1 persen, sementara saham utama Newcrest Mining melonjak 3,7 persen.

Sektor pertambangan memperpanjang kenaikan untuk minggu keempat berturut-turut, menguat 2,7 persen karena harga bijih besi tetap kuat. Sub-indeks menandai minggu terbaiknya dalam lima minggu. Raksasa pertambangan negara itu BHP Group dan Fortescue Metals masing-masing berakhir naik 1,8 persen dan 1,0 persen.

Brad Smoling, direktur pelaksana Smoling Stockbroking, mengatakan bahwa reli saham-saham komoditas membantu indeks acuan tetap berada di wilayah positif untuk sesi tersebut.

Perusahaan-perusahaan energi Australia menguat 1,0 persen, karena kenaikan harga minyak sebelumnya. Whitehaven Coal menjadi top gainer sektor energi ditutup melonjak 5,0 persen.

Yang melemahkan sentimen adalah indeks saham teknologi yang anjlok 3,9 persen, karena pemain beli-sekarang-bayar-nanti Afterpay Ltd terperosoko 9,2 persen. Rival Zip Co merosot 9,0 persen, terendah sejak Mei 2020, setelah lembaga AS meminta lima perusahaan "beli sekarang, bayar nanti" untuk informasi tentang praktik bisnis mereka.

Sementara itu, pihak berwenang Australia bergegas melacak ratusan orang yang menghadiri pesta album Taylor Swift ketika kasus-kasus di negara itu mencapai puncak pandemi baru untuk hari kedua berturut-turut.

Indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru berakhir 0,47 persen atau 59,60 poin lebih rendah menjadi 12.717,94 poin, dan merosot 1,03 persen untuk minggu ini, pekan terburuk dalam empat minggu.


Baca juga: Saham Australia menguat karena bank sentral terlihat tetap "dovish"
Baca juga: Saham Australia ditutup lebih rendah, reli teknologi batasi kerugian
Baca juga: Saham Australia dibuka sedikit lebih rendah terseret penurunan CSL

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel