Saham Australia datar, keuntungan penambang imbangi kerugian bank

·Bacaan 2 menit

Saham-saham di bursa Australia berayun antara wilayah positif dan negatif pada awal perdagangan Rabu, karena keuntungan yang dibuat oleh saham penambang dan teknologi diimbangi kerugian saham perbankan dan perusahaan eksplorasi emas.

Indeks acuan S&P/ASX 200 di Bursa Efek Australia diperdagangkan datar di 7.355,20 poin pada pukul 23.44 GMT, setelah mencatat sesi terbaiknya dalam dua minggu pada Selasa (21/12/2021).

Bank sentral Australia optimis bahwa Omicron tidak akan menggagalkan pemulihan ekonomi negara itu, meskipun varian virus corona yang menyebar dengan cepat telah mengguncang pasar ekuitas global dalam beberapa pekan terakhir.

Saham sektor teknologi mengikuti kenaikan Wall Street, terangkat 1,8 persen. Raksasa platform beli sekarang, bayar nanti Afterpay melonjak 6,6 persen dalam sesi intraday terbaiknya sejak 3 Agustus.

Saham-saham penambang menguat 0,4 persen, didukung oleh harga bijih besi yang kuat.

BHP Group mengatakan tidak akan menandingi tawaran pengambilalihan oleh Wyloo Metals milik miliarder Andrew Forrest untuk Noront Resources Ltd, yang pada dasarnya mengundurkan diri dari pergumulan selama berbulan-bulan untuk penambang nikel Kanada itu.

Sementara itu, Rio Tinto mengatakan akan membeli proyek lithium Rincon di Argentina seharga 825 juta dolar AS untuk membangun perusahaan bahan baterainya. Saham penambang itu turun 0,8 persen.

Saham sektor perawatan kesehatan menguat, dipimpin oleh kenaikan 1,5 persen di raksasa bioteknologi CSL Ltd. Saham-aham energi juga naik 0,9 persen didukung oleh penguatan harga minyak, dengan Whitehaven Coal dan Paladin Energy masing-masing meningkat 3,3 persen dan 1,8 persen.

Saham keuangan kelas berat melemah 0,4 persen, dengan tiga dari apa yang disebut bank "Empat Besar" diperdagangkan di wilayah negatif.

Melemahnya harga emas membebani perusahaan eksplorasi logam yang tercatat di ASX, dengan Newcrest Mining dan Northern Star Resources keduanya turun lebih dari 1,0 persen.

Indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru melemah 0,5 persen menjadi diperdagangkan di 12.798,19 poin.

Pada Selasa (21/12/2021), negara itu menunda rencana pembukaan kembali perbatasan secara bertahap hingga akhir Februari karena kekhawatiran tentang penyebaran global varian Omicron yang cepat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel