Saham Australia ditutup anjlok, varian baru membuat investor bingung

·Bacaan 2 menit

Saham-saham Australia ditutup merosot tajam pada Jumat, mencatat sesi terburuk mereka dalam hampir dua bulan, karena deteksi varian baru virus corona yang mungkin tahan terhadap vaksin di Afrika Selatan mengirim sektor energi dan sektor utama lainnya jatuh.

Indeks acuan S&P/ASX 200 di Bursa Efek Australia anjlok 1,73 persen atau 128,00 poin menjadi menetap di 7.279,30 poin, merupakan penurunan terbesar sejak 1 Oktober meskipun data penjualan ritel Oktober lebih baik dari perkiraan. Untuk minggu ini, indeks kehilangan 1,56 persen dan menandai penurunan mingguan ketiga berturut-turut.

Australia mengatakan sedang menyelidiki varian baru COVID-19 yang menyebar di Afrika Selatan dan memperingatkan akan menutup perbatasannya untuk pelancong dari negara Afrika jika risiko dari jenis baru meningkat.

"Investor kemungkinan akan 'menembak' terlebih dahulu dan mengajukan pertanyaan kemudian sampai lebih banyak diketahui tentang hal itu," kata Jeffrey Halley, analis pasar senior, Asia Pasifik di OANDA, merujuk pada varian virus baru.

"Ada juga sedikit kegelisahan dalam beberapa minggu ke depan mengenai ekspektasi apakah kita akan mendapatkan reli (Natal) ini," kata Doug Symes, penasihat klien senior di Novus Capital.

Saham energi merosot 4,6 persen, terbesar sejak September 2020, karena harga minyak jatuh di tengah kekhawatiran bahwa surplus pasokan dapat membengkak pada kuartal pertama menyusul rilis cadangan terkoordinasi yang dipimpin AS di antara konsumen utama dan saat varian virus baru menakuti investor.

Saham perusahaan minyak utama Woodside Petroleum dan Santos masing-masing anjlok 5,1 persen dan 4,8 persen.

Saham perjalanan termasuk di antara yang mencatat penurunan terbesar, dengan perusahaan manajemen perjalanan Flight Center Travel Group dan Corporate Travel Management masing-masing tergelincir 7,5 persen dan 5,8 persen, sementara Qantas Airways anjlok 5,5 persen.

Sektor pertambangan melemah 1,9 persen karena patokan bijih besi berjangka China jatuh 6,4 persen di tengah kekhawatiran atas varian baru COVID-19 dan kasus baru di Shanghai.

Saham kelas berat sektor tersebut, BHP, Rio Tinto dan Fortescue Metals Group turun antara 1,5 persen dan 3,9 persen. Pertambangan emas naik tipis 0,4 persen karena investor berbondong-bondong ke tempat yang aman.

Indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru merosot 1,30 persen atau 165,72 poin menjadi menetap di 12.628,89 poin, merupakan sesi terburuk sejak 22 Maret.

Baca juga: Saham Australia dibuka melemah, berada dijalur rugi mingguan ketiga
Baca juga: Saham Australia datar, kenaikan penambang imbangi keuangan yang lemah
Baca juga: Saham Australia jatuh, teknologi dan emas ikuti aksi jual Wall Street

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel