Saham Australia ditutup menguat didukung rencana pencabutan penguncian

·Bacaan 2 menit

Saham-saham Australia berakhir lebih tinggi pada Senin, didukung oleh optimisme atas rencana pencabutan penguncian COVID-19 di negara bagian terpadat di negara itu, sementara saham-saham kelas berat energi dan bank juga memberikan momentum.

Indeks acuan S&P/ASX 200 di Bursa Efek Australi ditutup 0,57 persen atau 41,60 poin lebih tinggi menjadi 7.384,20 poin. Indeks acuan merosot 0,37 persen pada akhir pekan lalu.

Pembatasan pergerakan di seluruh New South Wales akan dicabut secara bertahap antara 11 Oktober dan 1 Desember ketika tingkat vaksinasi mencapai 70 persen, 80 persen dan 90 persen, kata pihak berwenang.

"Jumlah virus corona yang rendah di negara bagian terbesar kami telah membantu hari ini, dan saham-saham perjalanan berkinerja dengan baik karena investor melihat ke depan untuk pembukaan kembali negara bagian," kata Brad Smoling, direktur pelaksana di Smoling Stockbroking.

Sentimen risiko global juga telah berayun ke positif karena dampak dari pengembang properti yang kekurangan uang, China Evergrande tampaknya teratasi untuk saat ini, tambah Smoling.


Baca juga: Bursa Australia dibuka menguat didorong saham energi dan bank

Perusahaan-perusahaan perjalanan dan pariwisata menguat di tengah berita pelonggaran pembatasan COVID-19, dengan Qantas Airways melonjak hingga 4,3 persen mencapai level tertinggi lebih dari setahun. Agen perjalanan Flight Center terangkat 7,48 persen, sementara rekannya Webjet bertambah 5,21 persen.

Saham-saham energi meningkat 1,81 persen, mengikuti harga minyak yang naik untuk hari kelima berturut-turut karena sebagian dunia melihat permintaan meningkat dengan meredanya kondisi pandemi.

Saham kelas berat Beach Energy Ltd dan Woodside Petroleum Ltd adalah pencetak keuntungan teratas pada sub-indeks, masing-masing melonjak 4,22 persen dan 3,20 persen.


Baca juga: Saham Australia sentuh tertinggi 7 minggu, Evergrande tenangkan pasar


Saham sektor keuangan bertambah 1,52 persen, dengan lonjakan suku bunga pinjaman minggu lalu membantu mengangkat bank-bank besar, karena suku bunga yang lebih tinggi menghasilkan margin yang lebih baik.

Di antara bank 'Empat Besar', pemberi pinjaman terbesar di negara itu Commonwealth Bank naik hingga 3,2 persen, menandai hari terbaiknya sejak 22 Juni.

Sementara itu, indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru melemah 0,24 persen atau 31,85 poin menjadi mengakhiri sesi di 13227,7 poin.


Baca juga: Saham Australia naik untuk sesi ketiga terangkat teknologi dan energi

Baca juga: Saham Australia ditutup menguat setelah Evergrande hindari gagal bayar

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel