Saham Australia jatuh terseret sektor pertambangan dan energi

·Bacaan 2 menit

Saham-saham Australia jatuh lebih dari satu persen pada perdagangan Senin pagi, terseret oleh penurunan saham sektor pertambangan dan energi kelas berat yang tertekan oleh harga-harga komoditas dasar lemah, sementara saham teknologi mengikuti pelemahan di Wall Street.

Indeks acuan S&P/ASX 200 di Bursa Efek Australia (ASX) turun sebanyak 1,4 persen ke level terendah dalam dua bulan, sebelum diperdagangkan 1,2 persen lebih rendah pada 7.311,8 poin pada pukul 01.37 GMT. Indeks acuan merosot 0,76 persen atau 56,50 poin akhir pekan lalu.

Harga acuan bijih besi berjangka merosot pada Jumat (17/9/2021), karena Beijing mempertimbangkan untuk memasukkan lebih banyak kota dalam kontrol lingkungannya, yang akan mengarah pada pengurangan produksi baja untuk memenuhi upaya de-karbonisasi yang dipercepat di China.

Saham-saham pertambangan kelas berat anjlok 3,4 persen ke level terendah dalam lebih dari sembilan setengah bulan. Raksasa pertambangan Rio Tinto terpangkas 2,3 persen ke level terendah dalam 10 bulan, sementara BHP Group juga terpuruk 3,6 persen ke level terendah dalam hampir 10 bulan.

Saham-saham energi jatuh 2,1 persen, dengan Santos Ltd kehilangan 2,8 persen, diikuti oleh Viva Energy Group turun 2,7 persen karena harga minyak melemah pada Jumat (17/9/2021) setelah perusahaan-perusahaan energi di Teluk Meksiko AS memulai kembali produksi.

Wall Street pada Jumat (17/9/2021) berakhir turun tajam dalam aksi jual luas karena meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS menekan saham-saham pertumbuhan terkemuka di pasar.

Mengambil isyarat dari Wall Street, saham-saham teknologi Australia turun 1,8 persen, dipimpin oleh Iress Ltd yang anjlok 3,2 dan Xero Ltd turun 3,1 persen.

Sebaliknya, perusahaan infrastruktur energi AusNet Services melambung sebanyak 22,2 persen, setelah menerima tawaran tidak mengikat dari afiliasi infrastruktur investor Kanada Brookfield Asset Management, yang menilai AusNet sebesar 9,57 miliar dolar Australia (6,95 miliar dolar AS).

Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 turun 0,7 persen, menjadi diperdagangkan di 13.138,74 poin.

Baca juga: Saham Australia berakhir lebih rendah, catat penurunan mingguan kedua

Baca juga: Saham Australia ditutup menguat ketika pembatasan virus diperlonggar

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel