Saham Bank Bumi Arta Melonjak Usai Paparkan Rencana Divestasi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) menguat signifikan pada sesi pertama perdagangan Jumat (20/8/2021). Penguatan saham BNBA terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak di zona hijau dan rencana divestasi saham.

Mengutip data RTI, saham BNBA naik 24,88 persen ke posisi Rp 1.255 per saham. Saham BNBA dibuka naik 40 poin ke posisi Rp 1.045 per saham. Saham BNBA berada di level tertinggi Rp 1.255 dan terendah Rp 1.045 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 3.448 kali. Total volume perdagangan 199.312. Nilai transaksi Rp 24,6 miliar.

Padahal pada pekan ini, saham BNBA cenderung melemah. Pada 19 Agustus 2021, saham BNBA turun 5,63 persen ke posisi Rp 1.005 per saham. Selama periode 16-19 Agustus 2021, saham BNBA turun 18,29 persen dengan total volume perdagangan 41.616.700. Nilai transaksi Rp 44,2 miliar.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,31 persen ke posisi 6.011,05. IHSG berada di level tertinggi 6.015 dan terendah 5.938. Sebanyak 260 saham menguat dan 221 saham melemah. 147 saham diam di tempat.

Adapun PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) membenarkan rencana Perseroan untuk melakukan divestasi saham. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa, manajemen Perseroan mengatakan aksi korporasi itu tengah masuki tahap finalisasi.

"BNBA sedang berusaha terus untuk finalisasi rencana divestasi BNBA tersebut, dan dalam beberapa saat lagi akan diumumkan secara resmi,” seperti dikutip Jumat (20/8/2021).

Perseroan menyampaikan hal itu dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pengumuman hasil paparan publik yang dilakukan pada 16 Agustus 2021.

Dengan demikian, Perseroan juga belum bisa membeberkan calon investor baru yang akan mendapatkan pengalihan saham dari pemegang saham lama. “Hari ini masih belum dapat diinformasikan, karena masih dalam proses dan belum final,” tulis manajemen.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Finalisasi Ketentuan Modal Inti

Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Manajemen BNBA akan menempuh atau memilih keputusan yang betul-betul untuk kepentingan bersama yaitu para pemegang saham, masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan dari Bank Bumi Arta.

"Diharapkan setelah selesai proses final konsolidasi tersebut, BBA akan bisa lebih maju lagi dan dapat terus berkiprah di dunia perbankan Indonesia,” ujar manajemen.

Di sisi lain, saat ini Perseroan sedang dalam proses finalisasi untuk memenuhi ketentuan konsolidasi Bank atau penambahan modal inti dari OJK. Hal ini sehubungan dengan rencana penyampaian laporan keuangan Perseroan kuartal-II 2021 yang diaudit. Sehingga diharapkan sebelum akhir tahun Perseroan dapat memenuhi ketentuan OJK tersebut.

"Jadi antara proses audit Juni 2021 diperuntukkan agar bisa jelas posisi pada saat nanti terjadi konsolidasi Bank yang sedang difinalkan dalam waktu dekat,” pungkas manajemen.

Per 31 Juli 2021, pemegang saham perseroan antara lain PT Surya Husada Investment sebesar 45,45 persen, PT Dana Graha Agung sebesar 27,27 persen, PT Budiman Kencana Lestari sebesar 18,18 persen dan masyarakat sebesar 9,10 persen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel