Saham Bank Bumi Artha Melejit 25 Persen, Ada Apa?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Bank Bumi Artha Tbk (BNBA) melonjak signifikan pada perdagangan saham Senin, (15/2/2021). Penguatan saham BNBA terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat.

Mengutip data RTI, saham BNBA meroket 25 persen ke posisi Rp 750 per saham. Saham BNBA bahkan masuk jajaran top gainers atau harga saham yang alami kenaikan tajam.

Pada pekan lalu periode 8-11 Februari 2021, saham BNBA naik 22,45 persen ke posisi Rp 600 per saham pada Kamis, 11 Februari 2021. Saham BNBA sempat di posisi tertinggi 600 dan terendah 452 per saham. Nilai transaksi harian saham Rp 17,5 miliar.

Saham BNBA sempat di level tertinggi 750 dan terendah 575 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 5.098 kali dengan nilai transaksi Rp 32,8 miliar.

Sepanjang Februari 2021, saham BNBA melonjak 77,73 persen ke posisi Rp 750 per saham. Saham BNBA sempat di level tertinggi 750 dan terendah 412 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 8.464 kali dengan nilai transaksi Rp 53,8 miliar.

Pemegang saham BNBA per 31 Januari 2021 antara lain PT Surya Husada Investment sebanyak 45,45 persen, PT Dana Graha Agung 27,27 persen, PT Budiman Kencana Lestari sebesar 18,18 persen dan masyarakat 9,1 persen.

Penutupan IHSG pada 15 Februari 2021

Suasana pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Suasana pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi kedua perdagangan saham Senin pekan ini. Penguatan IHSG terjadi di tengah aksi jual investor asing.

Mengutip data RTI, IHSG menguat 0,77 persen ke posisi 6.270,32. Indeks saham LQ45 menanjak 0,60 persen ke posisi 959,31. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Sebanyak 299 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 182 saham melemah dan 160 saham diam di tempat. Pada awal pekan ini, IHSG sempat berada di posisi tertinggi 6.283 dan terendah 6.244. Total frekuensi perdagangan saham 1.278.253 kali dengan volume perdagangan 13,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,3 triliun. Investor asing jual saham Rp 503,75 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran Rp 13.905.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau yang dipimpin sektor industri dasar naik 2,23 persen, sektor saham aneka industri menguat 1,89 persen dan sektor saham konstruksi meroket 1,66 persen. Sedangkan sektor saham barang konsumsi turun 0,38 persen dan sektor saham tambang melemah 0,12 persen.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini