Saham Batu Bara dan Properti Melambung pada Perdagangan Sesi I

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Saham-saham emiten properti dan batu bara melambung pada perdagangan sesi pertama, Senin (4/10/2021). Penguatan saham batu bara dan properti terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik signifikan.

Mengutip data RTI, saham emiten properti dan batu bara bahkan masuk jajaran top gainers atau naik signifikan. Pada sesi pertama, saham emiten properti yang masuk jajaran top gainers antara lain saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) naik 13,64 persen ke posisi Rp 175 per saham.

Diikuti saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) melambung 9,7 persen ke posisi Rp 905 per saham. Selanjutnya saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) melonjak 9,2 persen ke posisi Rp 770 per saham.

Selain itu, saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) naik 8,42 persen ke posisi Rp 1.030 per saham, saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menguat 7,96 persen ke posisi Rp 1.085 per saham. Lalu saham PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) melambung 7,95 persen ke posisi Rp 190 per saham. Saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) naik 7,87 persen ke posisi Rp 7.200 per saham.

Sementara itu, saham emiten batu bara yang naik antara lain saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 26,47 persen ke posisi Rp 86 per saham. Lalu saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melambung 15,23 persen ke posisi Rp 24.400 per saham.

Selanjutnya saham PT Indika Energy Tbk (INDY) naik 8,4 persen ke posisi Rp 2.120 per saham, saham PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) menguat 5,71 persen ke posisi Rp 4.070 per saham. Lalu harga saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bertambah 5,51 persen menjadi Rp 2.870 per saham.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penutupan IHSG pada Sesi Pertama 4 Oktober 2021

Pekerja melintasi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Meski terjebak di zona merah, IHSG berhasil mengakhiri perdagangan di level 5.841. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja melintasi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Meski terjebak di zona merah, IHSG berhasil mengakhiri perdagangan di level 5.841. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melambung pada sesi pertama perdagangan, Senin (4/10/2021). Investor asing melakukan aksi beli di pasar regular.

Pada penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG melambung 1,5 persen ke posisi 6.322,43. Indeks LQ45 naik 2,22 persen ke posisi 905,64. Seluruh indeks acuan kompak menguat.

Sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.329,57 dan terendah 6.234,79. Sebanyak 305 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 193 saham melemah dan 155 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.100.288. Total volume perdagangan 24,5 miliar saham. Nilai transaksi Rp 10,7 triliun. Investor asing beli saham Rp 1,18 triliun di pasar regular dan posisi dolar AS terhadap rupiah di kisaran 14.284.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham kompak menguat. Indeks sektor saham IDXproperty melonjak 3,71 persen, diikuti IDXenergy naik 3,47 persen dan IDX menguat 2,59 persen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel