Saham BBRI dan BRIS terkoreksi jelang RUPSLB

Ahmad Buchori
·Bacaan 2 menit

Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan anak usahanya PT Bank BRISyariah Tbk terkoreksi jelang Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BRI yang akan digelar pada pukul 14.00 WIB di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Kamis.

Pada pukul 9.55 WIB, saham BBRI turun 110 poin atau 2,25 persen ke posisi Rp4.780 per saham. Sedangkan saham BRIS melemah 120 poin atau 3,29 persen ke posisi Rp3.530 per saham.

Berdasarkan data RTI Infokom, sejak awal tahun (year to date), saham BBRI sendiri telah naik sekitar 9,63 persen, sedangkan dalam enam bulan terakhir saham BBRI menguat 57,76 persen.

Sementara itu, saham BRIS sejak awal tahun telah melesat hingga 56 persen, sedangkan dalam enam bulan terakhir naik 680,97 persen.

Untuk nilai kapitalisasi pasar, BBRI dan BRIS saat ini masing-masing mencapai Rp593,29 triliun dan Rp35,55 triliun.

Salah satu agenda dalam RUPSLB siang nanti yaitu persetujuan atas perubahan susunan pengurus perseroan, yaitu pemberhentian Direktur Kepatuhan BRI Wisto Prihadi yang tidak lulus uji kelayakan dan kepatutan OJK usai diangkat dalam RUPSLB pada Februari 2020.

Adapun empat agenda lain dalam RUPSLB yaitu persetujuan perubahan anggaran dasar dan pengukuhan pemberlakuan Peraturan Menteri BUMN RI No. PER-08/MBU/12/2019 tanggal 12 Desember 2019 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa BUMN.

Selain itu, pengukuhan pemberlakuan Peraturan Menteri BUMN RI No. PER-11/MBU/11/2020 tanggal 12 November 2020 tentang Kontrak Manajemen dan Kontrak
Manajemen Tahunan Direksi Badan Usaha Milik Negara.

Selanjutnya, persetujuan atas pengalihan saham hasil pembelian kembali saham (buyback) yang disimpan sebagai saham treasuri atau treasury stock.

Baca juga: Merger bank BUMN syariah ditargetkan rampung Februari 2021

Baca juga: BRI Syariah resmi jadi entitas penerima penggabungan bank BUMN syariah

Baca juga: Rancangan merger bank syariah rilis, Mandiri pemegang saham terbesar

Baca juga: BRI akuisisi saham Bahana Ventura Rp71 miliar