Saham China balik melemah setelah raih untung empat hari beruntun

Faisal Yunianto
·Bacaan 1 menit

Saham-saham China ditutup melemah pada perdagangan Jumat, karena aksi ambil untung dari kenaikan empat hari beruntun.

Bursa China membukukan minggu terbaiknya dalam tiga bulan, saat prospek yang berkembang dari kepresidenan Joe Biden di Amerika Serikat meningkatkan harapan penurunan ketegangan antara Washington dan Beijing.

Indikator utama pasar saham China, Indeks Komposit Shanghai terpangkas 0,24 persen menjadi ditutup pada 3.312,16 poin, sementara Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China berakhir 0,40 persen lebih rendah menjadi menetap di 13.838,42 poin.

Nilai transaksi gabungan saham-saham yang mencakup kedua indeks tersebut mencapai 878,5 miliar yuan (sekitar 132,5 miliar dolar AS), naik dari 859,75 miliar yuan (sekitar 128,52 miliar dolar AS) pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

Saham-saham di sektor perkapalan, fotoresis dan semikonduktor memimpin kenaikan, dengan saham China International Marine Containers (Group) Ltd melonjak 8,5 persen menjadi 14,8 yuan per saham.

Saham perusahaan yang terkait dengan peralatan medis dan stasiun pengisian daya listrik mencatat kerugian.

Sementara itu, indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, merosot 1,97 persen menjadi mengakhiri perdagangan pada 2.733,07 poin.

Baca juga: Saham China dibuka naik 4 hari beruntun, saat Joe Biden nampak unggul
Baca juga: Saham China ditutup menguat saat peluang kemenangan Biden meningkat
Baca juga: Saham China dibuka lebih tinggi setelah menguat tiga hari beruntun