Saham China berakhir melemah, indeks Shanghai tergelincir 0,80 persen

·Bacaan 2 menit

Saham-saham China berakhir melemah pada Jumat, karena kerugian di saham sektor material melebihi keuntungan kebutuhan pokok konsumen, sementara sektor properti jatuh di tengah kekhawatiran investor atas pembayaran obligasi yang terlewat oleh pengembang China Evergrande Group.

Indikator utama Bursa Efek Shanghai, Indeks Komposit Shanghai tergelincir 0,80 persen atau 29,15 poin menjadi ditutup di 3.613,07 poin. Indeks acuan terdongkrak 0,38 persen atau 13,73 poin lebih tinggi sehari sebelumnya.

Indeks saham unggulan CSI300 menyusut 0,08 persen atau 3,77 persen menjadi menetap di 4.849,43 poin, dengan sektor material anjlok 3,97 persen, sektor keuangan 0,86 persen lebih rendah dan perusahaan real estat turun 0,84 persen.

Kabinet China berjanji minggu ini untuk meluncurkan kebijakan guna meningkatkan konsumsi dan menggunakan lebih banyak langkah berbasis pasar untuk menstabilkan harga-harga komoditas, sementara perencana negara pada Jumat meminta perusahaan-perusahaan negara untuk menyediakan pasokan listrik yang cukup bagi produsen pupuk di tengah melonjaknya harga.

Dikutip dari Reuters, sektor kebutuhan pokok konsumen mengakhiri hari dengan melonjak 3,55 persen.

Pelemahan di perusahaan-perusahaan properti datang ketika batas waktu pembayaran bunga obligasi untuk pengembang yang tercatat di Hong Kong, China Evergrande Group berakhir dengan pemegang obligasi melaporkan mereka belum dibayar.

Indeks Komposit Shenzhen, yang melacak saham-saham di bursa kedua China yang lebih kecil berakhir turun 0,70 persen atau 17,13 poin menjadi 2.434,23 poin.

Sementara itu, indeks komposit ChiNext yang melacak saham-saham start-up ditutup 0,80 persen atau 25,35 poin lebih tinggi menjadi 3.207,82 poin.

Di sekitar kawasan, indeks saham MSCI Asia di luar Jepang melemah sebesar 0,31 persen, sementara indeks Nikkei Jepang ditutup melonjak 2,06 persen.

Sejauh tahun ini, indeks saham Shanghai telah melonjak 4,00 persen dan indeks CSI300 telah anjlok 6,9 persen, sementara indeks saham-H China yang tercatat di Hong Kong terjungkal 19,7 persen.

Baca juga: IHSG akhir pekan diprediksi menguat ikuti kenaikan bursa global
Baca juga: Saham Jepang lebih tinggi, terangkat sektor keuangan, jasa pengiriman
Baca juga: Saham China dibuka lebih tinggi, lanjutkan kenaikan setelah libur

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel