Saham China berakhir naik setelah Fed pertahankan kebijakan akomodatif

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 1 menit

Saham China naik pada Kamis, didorong oleh kenaikan saham-saham perusahaan konsumen dan perawatan kesehatan, setelah Federal Reserve AS berjanji untuk mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif dan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi AS yang melonjak pada tahun ini.

Indeks CSI300 atas saham-saham unggulan naik 0,8 persen menjadi 5.141,77, sedangkan indeks Shanghai Composite naik 0,5 persen menjadi 3.463,07.

Memimpin kenaikan, indeks kebutuhan pokok konsumen CSI300 naik 2 persen, sedangkan indeks perawatan kesehatan CSI300 ditutup 2,3 persen lebih tinggi.

Kedua sub-indeks membukukan kenaikan tiga hari berturut-turut.

Baca juga: Saham China dibuka menguat setelah Fed pertahankan kebijakan moneter

Sentimen meningkat setelah Fed AS meredakan kekhawatiran inflasi yang telah memukul saham-saham yang berorientasi pada pertumbuhan karena valuasi yang ketinggian.

Ekonomi AS sedang menuju pertumbuhan terkuatnya dalam hampir 40 tahun, kata Federal Reserve pada hari Rabu, dan para pembuat kebijakan bank sentral berjanji untuk tetap mempertahankan kebijakan meskipun diperkirakan akan terjadi lonjakan inflasi.

Pengetatan likuiditas hampir pasti terjadi saat ekonomi pulih, yang mengarah pada koreksi harga saham yang tak terhindarkan, Guosen Securities mencatat dalam sebuah laporan, merujuk pada penurunan tajam baru-baru ini di pasar saham-A.

Baca juga: Saham China ditutup bervariasi pada Rabu

Tetapi masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa kenaikan akan berakhir, pialang menambahkan.

Di seluruh wilayah, indeks saham MSCI Asia kecuali Jepang menguat 1,04 persen, sedangkan indeks Nikkei Jepang ditutup naik 1,01 persen.

Pada 07:11 GMT, yuan dikutip pada 6,4933 per dolar AS, 0,18% lebih kuat dari penutupan sebelumnya di 6,5052.

Pada 07:12 GMT, saham-A China diperdagangkan dengan premi 33,44 persen dibandingkan saham-H yang terdaftar di Hong Kong.