Saham China ditutup lebih rendah setelah inflasi melemah pada Oktober

Satyagraha
·Bacaan 1 menit

Saham-saham China ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa, ketika data suram mengisyaratkan hambatan bagi pemulihan ekonomi yang luas, dan karena aksi ambil untung setelah sehari sebelumnya melonjak ke tertinggi lebih dari lima tahun terangkat kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden AS.

Indikator utama pasar saham China, Indeks Komposit Shanghai merosot 0,40 persen menjadi ditutup pada 3.360,15 poin, sementara Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China berakhir 1,05 persen lebih rendah menjadi menetap di 13.993,34 poin.

Nilai transaksi gabungan saham-saham yang mencakup kedua indeks tersebut mencapai 981,2 miliar yuan (sekitar 148,9 miliar dolar AS), merosot dari 1,084 triliun yuan (sekitar 161,72 miliar dolar AS) pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

Baca juga: Saham China ditutup menguat saat peluang kemenangan Biden meningkat

Harga-harga di tingkat pabrik China turun lebih tajam dari perkiraan pada Oktober, menunjukkan permintaan hulu yang relatif rendah untuk barang-barang industri meskipun ada pemulihan ekonomi yang lebih luas, dan inflasi konsumen juga melemah turun ke level terendah dalam 11 tahun.

Saham-saham di sektor pengiriman ke bandara, pertambangan dan pembuatan minuman keras memimpin kenaikan, dengan Air China Limited melonjak 6,25 persen menjadi 7,65 yuan per saham.

Saham-saham yang terkait dengan mobil, stasiun pengisian daya mobil listrik dan cloud office merugi.

Sementara itu, indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, terpangkas 1,45 persen menjadi mengakhiri perdagangan pada 2.773,22 poin.

Baca juga: Saham China ditutup di level tertinggi 5 tahun, dipicu Biden menang

Baca juga: Saham China dibuka lebih tinggi setelah jatuh akhir pekan lalu