Saham China ditutup lebih tinggi ditopang data pabrik yang kuat

Faisal Yunianto
·Bacaan 1 menit

Saham-saham China memulai bulan ini dengan catatan kuat pada Senin, dengan saham konsumen memimpin kenaikan, setelah survei swasta menunjukkan aktivitas pabrik yang kuat di China menggarisbawahi pemulihan ekonomi yang cepat dari krisis virus corona.

Indikator utama pasar saham China, Indeks Komposit Shanghai naik 0,02 persen menjadi ditutup pada 3.225,12 poin, sementara Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China berakhir 1,39 persen lebih tinggi menjadi menetap di 13.420,96 poin.

Nilai transaksi gabungan saham-saham yang mencakup kedua indeks tersebut mencapai 812,43 miliar yuan (sekitar 121,17 miliar dolar AS), turun dari 870,84 miliar yuan (sekitar 129,53 miliar dolar AS) pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Saham di sektor manufaktur mobil dan peralatan rumah tangga memimpin kenaikan, dengan Midea Group Co, Ltd melonjak 7,1 persen menjadi 83,4 yuan per saham. Saham Haier Smart Home Co, Ltd terangkat 6,15 persen menjadi ditutup pada 26,39 yuan per saham.

Saham-saham perusahaan terkait pembuatan kapal, hotel, dan pariwisata menurun.

Aktivitas di sektor pabrik China dipercepat pada laju tercepat dalam hampir satu dekade pada Oktober karena permintaan domestik melonjak, survei bisnis swasta menunjukkan pada Senin, menambahkan momentum lebih lanjut untuk pemulihan ekonomi.

“Pemulihan adalah kata kunci dalam ekonomi makro saat ini, dengan epidemi domestik terkendali. Pasokan dan permintaan manufaktur meningkat pada saat yang sama,” tulis Wang Zhe, ekonom senior di Caixin Insight Group, dalam catatan yang menyertai rilis survei.

Sementara itu, indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, terangkat1,98 persen menjadi mengakhiri perdagangan pada 2.708,39 poin.

Baca juga: Saham China dibuka naik, setelah akhir pekan lalu merosot
Baca juga: Saham China ditutup merosot terseret perusahaan makanan dan minuman
Baca juga: Saham China menguat lagi, ditopang sektor konsumen dan laba yang kuat