Saham China ditutup melemah, hentikan kenaikan tiga hari beruntun

Kelik Dewanto
·Bacaan 1 menit

Saham-saham China berakhir lebih rendah pada Selasa, menghentikan kenaikan tiga hari beruntun karena investor mengunci keuntungan, sementara pasar menunjukkan sedikit reaksi terhadap berita Presiden terpilih AS Joe Biden diberi izin memulai transisi Gedung Putih-nya.

Indikator utama pasar saham China, Indeks Komposit Shanghai melemah 0,34 persen menjadi ditutup pada 3.402,82 poin, sementara Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China berakhir 0,38 persen lebih rendah menjadi menetap di 13.902,54 poin.

Baca juga: Saham China dibuka bervariasi setelah raih untung tiga hari beruntun

Dikutip dari Xinhua, nilai transaksi gabungan saham-saham yang mencakup kedua indeks tersebut mencapai 830,3 miliar yuan (sekitar 126,17 miliar dolar AS), turun dari 954 miliar yuan (sekitar 145,16 miliar dolar AS) pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

Jumlah saham turun lebih banyak daripada yang naik, sebanyak 876 saham berbanding 544 saham di bursa Shanghai dan 1.295 saham berbanding 917 saham di bursa Shenzhen.

Analis mengatakan kepresidenan Biden, yang dapat berarti lebih banyak ruang negosiasi untuk Washington dan Beijing, tidak akan membuat perbedaan besar bagi pasar ekuitas China, ketika mereka mengharapkan sedikit perubahan dalam kebijakan AS terhadap China.

Saham di industri keramik dan minyak bumi memimpin kenaikan, dengan saham di Great Wall Of Culture Group Holding Co, Ltd Guangdong melonjak 6,88 persen menjadi 5,9 yuan per saham.

Saham-saham yang terkait dengan industri peralatan rumah tangga memimpin kerugian.

Sementara itu, indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, merosot 0,43 persen menjadi mengakhiri perdagangan pada 2.674,80 poin.

Baca juga: Saham Korsel untung 5 hari beruntun, Indeks KOSPI naik 0,58 persen
Baca juga: Saham Tokyo ditutup melambung ke tertinggi sejak Mei 1991