Saham China ditutup merosot, terpukul wabah COVID-19 baru-baru ini

·Bacaan 2 menit

Saham-saham China ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin, karena wabah COVID-19 baru-baru ini di negara itu telah menekan konsumsi, pariwisata, dan sektor jasa yang lebih luas.

Indikator utama Bursa Efek Shanghai, Indeks Komposit Shanghai merosot 0,08 persen atau 2,86 poin menjadi menetap di 3.544,48 poin, sedangkan indeks saham-saham unggulan CSI300 terkikis 0,37 persen atau 18,08 poin menjadi berakhir di 4.890,69 poin.

Saham-saham kebutuhan pokok konsumen, pariwisata dan transportasi turun antara 0,8 persen dan 2,9 persen.

Aktivitas di sektor jasa China tumbuh lebih lambat pada Oktober karena negara itu memerangi wabah COVID-19 skala kecil yang menyerang terutama di wilayah utara.

"PMI nonmanufaktur bisa turun lebih jauh pada November, karena Beijing dapat secara signifikan memperketat pembatasan perjalanan dalam beberapa minggu mendatang, dalam upaya mengatasi gelombang saat ini menjelang kesibukan perjalanan Festival Musim Semi yang akan datang," kata analis Nomura, dikutip dari Reuters.

Secara terpisah, aktivitas pabrik China berkontraksi lebih dari yang diperkirakan pada Oktober, dipengaruhi oleh harga bahan baku yang terus tinggi dan permintaan domestik yang lebih lemah.

Perusahaan-perusahaan real estat turun untuk sesi keenam dan berakhir jatuh 1,6 persen, karena skema pajak percontohan real estat yang direncanakan baru-baru ini mengurangi selera risiko di sektor ini.

Meskipun bank telah diminta oleh Beijing untuk menghindari pembatasan properti yang terlalu parah, Nomura mengatakan "ini masih penyesuaian, bukan pelonggaran langsung" dan pialang memperkirakan "lingkungan" dapat terus menurun untuk sektor properti".

Sub-indeks yang melacak saham pertahanan naik 1,8 persen karena ketegangan di sekitar masalah Taiwan meningkat.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi bersitegang atas Taiwan di sela-sela KTT Kelompok 20 pada Minggu (31/10/2021), memperdagangkan peringatan terhadap langkah-langkah yang selanjutnya dapat meningkatkan ketegangan di Selat Taiwan.

Sektor perbankan bertambah 1,1 persen setelah bank-bank top China memperlihatkan laba kuartal ketiga melonjak lebih dari 10 persen karena kredit macet tetap stabil.

Subindeks teknologi informasi ditutup naik 2,0 persen.

Baca juga: IHSG ditutup turun dipimpin sektor teknologi dan keuangan
Baca juga: Saham Korsel menguat didukung data ekspor, KOSPI terkerek 8,26 poin
Baca juga: Saham Jepang terangkat kemenangan Kishida, fokus beralih ke janjinya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel