Saham China jatuh karena kehati-hatian, Shanghai terpangkas 33,11 poin

·Bacaan 1 menit

Saham-saham China jatuh pada akhir perdagangan Rabu, karena kebutuhan pokok konsumen dan pembuat chip merosot di tengah perdagangan yang hati-hati pada minggu terakhir tahun ini, sementara penguncian di kota Xian untuk mengekang penyebaran COVID-19 berlanjut untuk hari ketujuh menekan sentimen.

Indikator utama Bursa Efek Shanghai, Indeks Komposit Shanghai terpangkas 33,11 poin atau 0,91 persen menjadi ditutup di 3.597,00 poin, sedangkan indeks saham unggulan CSI300 merosot 1,46 persen atau 72,48 poin menjadi menetap di 4.883,48 poin pada akhir sesi.

Indeks Hang Seng (HSI) di Hong Kong juga tergelincir 0,83 persen atau 194,02 poin menjadi berakhir di 23.086,54 poin, sementara Indeks Hong Kong China Enterprises jatuh 1,17 persen atau 95,69 poin menjadi ditutup pada 8.098,76 poin.

Para analis memperkirakan penjualan minuman keras akan memasuki musim puncak dengan tahun baru yang akan datang dan liburan festival musim semi, menguntungkan saham-saham terkait.

Penguncian 13 juta orang di kota Xian di China memasuki hari ketujuh pada Rabu ketika infeksi baru COVID-19 terus berlanjut.

Analis Central China Securities mengatakan pelaku pasar menahan uang dan menunggu saat tahun berakhir.

Bank sentral China pada akhir bulan akan mengeluarkan gelombang pertama pinjaman murah kepada lembaga keuangan untuk memungkinkan pengurangan emisi karbon, gubernur bank sentral Yi Gang mengatakan kepada kantor berita milik negara Xinhua.


Baca juga: Saham China dibuka bervariasi, indeks Shanghai terkerek 0,02 persen
Baca juga: Saham China berakhir lebih tinggi didorong ekuitas energi baru
Baca juga: Saham China dibuka lebih tinggi, setelah bervariasi di sesi sebelumnya
Baca juga: Saham China hapus sebagian kenaikan awal, jadi ditutup bervariasi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel