Saham China naik didorong aktivitas pabrik pada Januari

Kelik Dewanto
·Bacaan 2 menit

Saham China ditutup lebih tinggi pada Senin, bangkit dari penurunan pada pekan sebelumnya, setelah aktivitas pabrik yang tumbuh pada Januari menunjukkan berlanjutnya pemulihan di ekonomi terbesar kedua dunia itu, meskipun karantina wilayah di negara itu membatasi laju pertumbuhan.

Pada penutupan, indeks Shanghai Composite naik 0,64 persen menjadi 3.505,28. Indeks saham-saham unggulan CSI300 naik 1,23 persen setelah anjlok lebih dari 3,9 persen pekan lalu, dengan subindeks sektor keuangan naik 1,25 persen dan indeks real estat naik 0,89 persen.

Subindeks perawatan kesehatan, yang anjlok hampir 7 persen antara Senin dan Jumat pekan lalu, melonjak 2,24 persen.

Indeks Shenzhen naik 1,18 persen dan indeks komposit ChiNext atas saham-saham rintisan di papan pengembangan naik 0,995 persen, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Saham China dibuka bervariasi, indeks Shanghai turun 0,17 persen

Aktivitas pabrik China tumbuh pada Januari, selaras dengan pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung, tetapi berada pada laju paling lambat dalam lima bulan setelah infeksi virus korona baru mendorong karantina wilayah.

Kondisi likuiditas domestik masih ketat pada hari Senin, karena bank sentral menahan diri untuk tidak memberikan suntikan dana besar menjelang liburan Tahun Baru Imlek.

Pengetatan likuiditas baru-baru ini telah mendorong spekulasi bahwa pemerintah akan beralih pada kebijakan moneter yang lebih ketat, yang meningkatkan tekanan pada emiten yang menghadapi tumpukan utang yang jatuh tempo.

Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan perdagangan perak melonjak seiring kenaikan harga logam mulia. Shengda Resources Co Ltd, Yintai Gold Co Ltd, Henan Yuguang Gold & Lead Co Ltd, dan Inner Mongolia Xingye Mining Co Ltd naik antara 8 persen dan 10 persen.

Saham-saham perusahaan yang terkait dengan Grup HNA China merosot setelah konglomerat tersebut mengungkapkan bahwa kreditornya telah mengajukan permohonan pailit dan bahwa hampir 10 miliar dolar AS telah digelapkan oleh pemegang saham dari tiga unitnya.

Hainan Airlines turun 9,8 persen dan HNA Innovation turun 4,97 persen.

Pada pukul 07.05 GMT, yuan dikutip 6,46 per dolar AS, 0,47 persen lebih lemah dari penutupan sebelumnya pada 6,43.

Baca juga: Saham Tokyo ditutup melambung, investor buru saham murah
Baca juga: IHSG diperkirakan bergerak datar seiring rilis data inflasi Januari