Saham CPRO Naik Tiga Hari Berturut-turut, Ada Apa?

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) seperti bangkit dari tidur pada pekan ini. Saham CPRO mencatatkan penguatan selama tiga hari berturut-turut sejak pekan kedua November 2021.

Mengutip data RTI, saham CPRO ditutup melonjak 21,43 persen ke posisi Rp 68 per saham pada perdagangan Kamis, 11 November 2021. Saham CPRO berada di level tertinggi Rp 68 dan terendah Rp 57 per saham. Total volume perdagangan 4.742.875.900 dengan nilai transaksi Rp 304,6 miliar. Total frekuensi perdagangan 50,715 kali.

Pada perdagangan Rabu, 10 November 2021, saham CPRO naik 7,69 persen ke posisi Rp 56 per saham. Saham CPRO berada di level tertinggi Rp 56 dan terendah Rp 50 per saham. Total frekuensi perdagangan 11.849 kali dengan nilai transaksi Rp 52,6 miliar. Total volume perdagangan 992.142.700 saham.

Saham CPRO menguat 4 persen pada perdagangan Selasa, 9 November 2021. Saham CPRO ditutup ke posisi Rp 52 per saham. Saham CPRO berada di level tertinggi Rp 61 dan terendah 50 per saham. Total volume perdagangan saham 9.068.364.880 saham dengan nilai transaksi Rp 463,3 miliar. Total frekuensi perdagangan 34.411 kali.

Pada awal pekan ini, saham Central Proteina Prima stagnan di posisi Rp 50 per saham. Total volume perdagangan saham pun hanya 1.670.500 saham dengan nilai transaksi Rp 82,5 juta. Total frekuensi perdagangan 18 kali.

Sebelumnya, saham CPRO betah di posisi Rp 50 sejak Januari 2021.

p>* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

CPRO Cetak Laba Rp 2,1 Triliun

Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Perseroan merilis laporan keuangan hingga kuartal III 2021. PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) catat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 2,11 triliun hingga kuartal III 2021. Pada periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 68,59 miliar.

Hal itu didukung dari penjualan bersih naik 7,15 persen menjadi Rp 6 triliun hingga kuartal III 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 5,59 triliun. Beban pokok penjualan naik menjadi Rp 4,85 triliun hingga kuartal III 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,60 triliun.

Dengan demikian laba bruto tumbuh 15,21 persen menjadi Rp 1,14 triliun hingga September 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 995,95 miliar. Perseroan mencatat beban penjualan naik dari Rp 198,94 miliar hingga kuartal III 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 218,37 miliar. Beban umum dan administrasi bertambah menjadi Rp 358,31 miliar hingga kuartal III 2021 dari dari periode kuartal III 2020 sebesar Rp 306,91 miiar.

Perseroan menekan beban operasi lain menjadi Rp 23,50 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 73,15 miliar. Perseroan mencatat penghasilan operasi lain naik menjadi Rp 54,20 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 20,13 miliar. Dengan demikian laba usaha naik 37,6 persen menjadi Rp 601,54 miliar hingga kuartal III 2021. Pada periode sama tahun sebelumnya, perseroan mencatat laba usaha Rp 437,08 miliar.

Melihat kondisi itu, perseroan mencatat laba per saham dasar naik menjadi Rp 35,6 hingga kuartal III 2021 dari Desember 2020 sebesar rugi 1,2.

Total Liabilitas

(Foto: Ilustrasi laporan keuangan. Dok Unsplash/Lukas Blazek)
(Foto: Ilustrasi laporan keuangan. Dok Unsplash/Lukas Blazek)

Total liabilitas tercatat Rp 3,83 triliun hingga September 2021 dari Desember 2020 Rp 5,61 triliun. Total ekuitas naik menjadi Rp 2,82 triliun hingga kuartal III 2021 dari Desember 2020 Rp 707,5 miliar.

Perseroan mencatat aset Rp 6,66 triliun hingga kuartal III 2021 dari Desember 2020 Rp 6,32 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 205,84 miliar hingga September 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel