Saham Danone Melonjak Usai CEO Emmanuel Faber Mundur

·Bacaan 2 menit
Ekspresi spesialis David Haubner (kanan) saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok karena investor menunggu langkah agresif pemerintah AS atas kejatuhan ekonomi akibat virus corona COVID-19. (AP Photo/Richard Drew)

Liputan6.com, Jakarta - Saham Danone naik 4,5 persen pada perdagangan saham Senin (15/3/2021). Saham Danone menguat setelah Chairman dan CEO Emmanuel Faber digulingkan menyusul tekanan dari investor.

Dewan perusahaan makanan asal Prancis Danone menyatakan Emmanuel Faber akan mundur sebagai Chairman dan CEO seiring ada tekanan dari pemegang saham dan krisis manajemen.

Faber, yang baru-baru ini mengatakan akan melepaskan peran sebagai CEO tetapi tetap sebagai chairman untuk mencoba menenangkan para kritikus. Ia akan segera digantikan oleh direktur yang baru saja ditunjuk yaitu Gilles Schnepp sebagai non-executive chairman.

"Prioritas langsung dari chairman baru, bersama dengan dewan akan memimpin transisi, termasuk mencari CEO baru. Danone telah menunjuk agen internasional untuk mendukung proses tersebut,” tulis pernyataan grup dikutip dari Channel News Asia, Senin (15/3/2021).

Danone mendapat tekanan dalam beberapa bulan terakhir dari sejumlah pemegang saham termasuk investment fund Artisan Partners dan investor Bluebell Capital. Pemegang saham itu menyerukan agar Faber mengundurkan diri untuk meningkatkan keuntungan.

Perpecahan di Anggota Dewan

Mereka juga memperjuangkan Schnepp yang dulu menjalankan perusahaan listrik Legrand dan diangkat ke dewan Danone pada Desember sebagai kandidat yang diinginkan sebagai chairman.

Perombakan yang tiba-tiba sekarang membuat Danone berada di bawah tekanan untuk segera menemukan CEO baru.

"Tentu saja pekerjaan dimulai sekarang dengan dewan karena menunjuk seorang CEO kelas atas,” dikutip dalam sebuah pernyataan Bluebell.

Bluebell yakin di bawah kepemimpinan Schneep, Danone akan pulih dan mencatatkan pertumbuhan. Adapun investor telah menunjuk kinerja pasar saham Danone yang lesu dan pertumbuhan penjualan yang lemah ketimbang perusahaan lainnya selama setahun terakhir. Investor juga mengkritik beberapa keputusan strategi dan rendahnya tingkat investasi Danone seperti di pemasaran.

Hal itu ditunjukkan dari penjualan air kemasan Evian. Pandemi COVID-19 juga memperburuk kondisi dengan penjualannya tertekan ke sektor restoran.

Faber yang menjadi CEO sejak 2014 kemudian mengambil peran sebagai chairman, telah advokasi masalah lingkungan dan cara berbisnis yang lebih berkelanjutan, dan memenangkan sejumlah pengikut di antara beberapa staf. Akan tetapi perubahan manajeman baru-baru ini dan perombakan organisasi telah menyebabkan perpecahan di antara anggota dewan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini