Saham FIMP Naik 9,6 Persen Saat Pencatatan Perdana di BEI

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Fimperkasa Utama Tbk (FIMP) menguat signifikan pada pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, (9/4/2021).

Mengutip data RTI, saham PT Fimperkasa Utama Tbk (FIMP) dibuka naik 12 poin atau 9,6 persen ke posisi Rp 137 per saham dari harga perdana Rp 125 per saham. Saham FIMP bergerak di kisaran 137. Total frekuensi perdagangan saham 28 kali dengan nilai transaksi Rp 156,7 juta. Adapun PT Fimperkasa Utama Tbk merupakan perusahaan tercatat ke-13 di BEI pada 2021.

PT Fimperkasa Utama Tbk mencatatkan saham perdana dengan kode saham FIMP. Saham yang dicatatkan sekitar 400.000.000 atau 400 juta saham.

Perseroan telah menawarkan saham melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sebanyak 160 juta saham dengan nilai nominal Rp 50. Jumlah saham yang ditawarkan itu 40 persen dari total modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Harga perdana Rp 125 per saham. Total dana yang diraup dari IPO sebesar Rp 20 miliar.

Mengutip laman KSEI, Perseroan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 40 juta waran seri I. Waran seri I diberikan kepada setiap pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal penjatahan secara cuma-cuma dengan ketentuan setiap pemegang empat saham yang namanya tercatat dalam DPS penjatahan akan memperoleh satu waran seri I.

Waran seri I merupakan efek yang memberikan hak kepada pemenangnya untuk membeli saham perseroan dengan nilai nominal Rp 50 setiap saham dengan harga pelaksanaan Rp 150 per saham.

Selama periode pelaksanaan waran mulai 11 Oktober 2021-7 April 2022, setiap pemegang satu waran seri I berhak untuk membeli satu saham perseroan.

Dana Hasil IPO

Suasana pergerakan perdagangan saham perdana tahun 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Suasana pergerakan perdagangan saham perdana tahun 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Dana hasil IPO antara lain sekitar 42,5 persen digunakan untuk modal kerja guna mendukung pembiayaan proyek perseroan seperti pembayaran kepada pemasok, biaya pemasaran, biaya operasional dan mendukung kegiatan usaha perseroan.

Sedangkan sisanya 17,5 persen untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman berulang PT Bank Pan Indonesia Tbk, dan sekitar 40 persen untuk pembelian kendaraan dan alat berat yang digunakan untuk menunjang kegiatan usaha cut and fill.

Sedangkan dana yang diperoleh perseroan dari pelaksanaan waran seri I akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja.

Adapun penjamin pelaksana emisi efek yaitu PT Wanteg Sekuritas. Penjamin pelaksana emisi efek menjamin dengan komitmen terbaik atau best effort terhadap penawaran saham perseroan.

Jadwal penawaran umum antara lain masa penawaran umum pada 1-6 April 2021, penjatahan pada 7 April 2021, distribusi saham dan waran serta pengembalian dana pada 8 April 2021.

Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 April 2021, masa perdagangan waran seri I di pasar reguler dan negosiasi pada 9 April 2021-5 April 2022, masa perdagangan waran seri I pasar tunai pada 9 April 2021-7 April 2022, periode pelaksanaan waran seri I pada 11 Oktober 2021-7 April 2022, dan akhir masa berlakunya waran seri I pada 8 April 2022.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini