Saham Hong Kong berakhir naik didukung harapan lanjutan kebijakan

·Bacaan 1 menit

Saham Hong Kong berakhir lebih tinggi pada Kamis, dengan perusahaan perbankan dan properti memimpin kenaikan, didukung oleh harapan untuk adanya lanjutan kebijakan pemerintah setelah pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua meleset dari perkiraan.

Pada penutupan perdagangan, indeks Hang Seng naik 208,81 poin atau 0,75 persen menjadi 27.996.27. Indeks Hang Seng China Enterprises (HSCE) naik 1,08 persen menjadi 10.174,27.

Sub-indeks sektor properti Hang Seng naik 1,98 persen dan sektor keuangan berakhir lebih tinggi 0,95 persen.

Postal Savings Bank of China Co Ltd naik 5,71 persen, China Merchants Bank Co Ltd melonjak 5,02 persen, sementara Country Garden Services Holdings Co Ltd naik 4,12 persen.

Sektor IT naik 0,6 persen, sedangkan sektor energi turun 0,1 persen.

Indeks utama bursa China, Shanghai Composite ditutup naik 1,02 persen pada 3.564,59, sedangkan indeks saham unggulan CSI300 ditutup naik 1,35 persen.

Ekonomi China tumbuh lebih rendah dari perkiraan pada kuartal kedua, karena aktivitas manufaktur yang melambat, biaya bahan baku yang lebih tinggi, dan wabah COVID-19 baru membebani momentum pemulihan.

"Kekhawatiran kami yang lebih besar adalah pemulihan yang tidak merata yang telah kami lihat sejauh ini, dan bagi China pemulihan konsumsi domestik sangat penting," kata ekonom UOB Woei Chen Ho di Singapura.

Investor mengamati pergeseran sikap Bank Sentral kea arah yang lebih longgar setelah Bank Sentral China (People's Bank of China) memangkas jumlah uang tunai yang harus dimiliki bank sebagai cadangan yang berlaku mulai Kamis.

Di seluruh wilayah, indeks saham MSCI Asia kecuali Jepang menguat sebesar 0,78 persen, sementara indeks Nikkei Jepang ditutup turun 1,15 persen.

Yuan dikutip pada 6,4586 per dolar AS pada 08:16, 0,17 persen lebih kuat dari penutupan sebelumnya di 6,469.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel