Saham Hong Kong berakhir naik ikuti kenaikan teknologi di Wall Street

·Bacaan 2 menit

Saham Hong Kong ditutup menguat pada hari Senin, karena perusahaan teknologi dan material mengikuti penguatan di Wall Street, sementara investor tampaknya menunjukkan sedikit reaksi terhadap data ekonomi China yang lesu.

Indeks Hang Seng naik 0,6 persen menjadi 28.194,09, sedangkan Indeks Hang Seng China Enterprises naik 1,0 persen menjadi 10.503,84 poin.

Wall Street ditutup lebih tinggi dalam reli yang meluas pada hari Jumat lalu, dalam perdagangan dengan aksi jual dan beli yang aktif, karena tanda-tanda kebangkitan ekonomi diimbangi oleh meningkatnya kecemasan inflasi.

Posisi pasar saham Hong Kong sebagai pintu gerbang investor domestik ke aset luar negeri tidak akan berubah untuk waktu yang cukup lama, karena sebagian besar perusahaan teknologi terkemuka yang mewakili dan mendapatkan keuntungan dari transformasi dan peningkatan ekonomi China, terdaftar di pusat keuangan Asia itu, Guosheng Securities mengatakan dalam sebuah laporan.

Baca juga: Wall Street ditutup melonjak lagi, indeks Nasdaq melambung 2,32 persen

Memimpin kenaikan pada hari Senin, indeks teknologi Hang Seng dan indeks bahan Hang Seng masing-masing naik 1,8 persen dan 2,7 persen.

Meituan, Baidu dan Tencent berakhir naik masing-masing 4,2 persen, 3,9 persen dan 3 persen.

Ini saat yang tepat untuk membeli saham Hong Kong karena kondisi likuiditas global yang masih longgar, apresiasi yuan dan arus masuk investasi dari China daratan yang terus berlanjut ke kota pulau itu, pialang menambahkan.

Data Refinitiv menunjukkan investor China daratan pada hari Senin membeli saham Hong Kong senilai 8,9 miliar yuan (57,31 miliar dolar AS) melalui Stock Connect yang menghubungkan China daratan dan Hong Kong.

Baca juga: Saham Hong Kong ditutup untung, dipicu aksi beli saham murah

Pasar bereaksi bisu terhadap data China yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan output pabrik pada bulan lalu dan penjualan ritel secara signifikan meleset dari ekspektasi karena para pejabat memperingatkan masalah baru yang mempengaruhi pemulihan di ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Output pabrik tumbuh 9,8 persen pada bulan April dari tahun lalu, sejalan dengan perkiraan tetapi lebih lambat dari lonjakan 14,1 persen pada bulan Maret, data Biro Statistik Nasional menunjukkan pada hari Senin. Penjualan ritel, sementara itu, naik 17,7 persen, jauh lebih lemah dari perkiraan kenaikan 24,9 persen dan lonjakan 34,2 persen di bulan Maret. ( 1dolar AS = 0,1553 Yuan Tiongkok)